oleh

Yunani Kembali Buka Pintu Wisata di Acropolis

Kompaspagi.com – Setelah ditutup selama dua bulan demi mencegah penularan virus corona, pada Senin (18/5) pemerintah Yunani kembali membuka seluruh objek wisata bersejarah di negaranya, termasuk Acropolis di Athena, dengan aturan berkunjung yang ketat.

Sekelompok penduduk lokal dan wartawan terlihat berkumpul di Acropolis dengan mengenakan masker wajah.

Selain wajib bermasker, mereka juga harus menjaga jarak minimal setengah meter.

Acropolis ditutup sejak 13 Maret 2020, sepuluh hari sebelum akhirnya Yunani menetapkan penguncian negara (lockdown).

“Kami belum pernah melihat begitu sedikit orang di Acropolis,” kata seorang wanita Rusia yang telah bermukim di Athena selama lima tahun, seperti yang dikutip dari AFP pada Selasa (19/5).

Presiden Yunani Katerina Sakellaropoulou adalah salah satu pengunjung pertama di kompleks reruntuhan bangunan pemukiman kuno itu.

Menteri Kebudayaan Yunani Lina Mendoni yang turut hadir dalam pembukaan perdana Acropolis mengatakan bahwa seluruh sudut situs arkeologi ini telah didesinfeksi.

Pencapaian berharga

Yunani dipenuhi dengan banyak kuil, stadion, teater, dan benteng dari Antiquity, termasuk istana Zaman Perunggu Minoa di Knossos, dan Olympia, tempat lahir Olimpiade.

Acropolis dikunjungi 2,9 juta pengunjung tahun lalu, naik 14,2 persen dari tahun sebelumnya.

Tetapi semua museum tidak akan dibuka sampai 15 Juni di bawah rencana pemerintah untuk secara bertahap mengangkat pembatasan perjalanan untuk menghentikan penyebaran COVID-19.

Pantai dengan tiket masuk di Athena akan dibuka kembali pada hari Sabtu (23/5).

Pariwisata adalah mesin ekonomi utama bagi Yunani dan sektor ini telah terpukul oleh pandemi virus corona di dunia.

Yunani dan sembilan negara Uni Eropa lainnya termasuk Jerman pada hari Senin (18/5) mengatakan mereka mendukung pemantauan progresif di lintas perbatasan, “asalkan tren positif saat ini terus mengarah pada situasi epidemiologis yang sebanding di negara asal dan tujuan.”

“Kami menyerukan kepada pengelola tempat wisata untuk mengambil tindakan pencegahan yang sesuai demi melindungi para pelancong begitu pembatasan perjalanan dipulihkan,” bunyi pernyataan yang disepakati oleh kementerian luar negeri Bulgaria, Siprus, Spanyol, Kroasia, Jerman, Yunani, Italia , Malta, Portugal dan Slovenia.

Mereka sekaligus sepakat dengan “pemahaman bersama tentang standar dan prosedur yang berhubungan dengan kesehatan.”

Pemerintah Yunani pada hari Senin (18/5) mengatakan akan mengumumkan protokol perjalanan dan kesehatan dalam beberapa hari ke depan. Pemulihan pariwisata di negara ini diperkirakan berlangsung perlahan namun pasti.

“Kami ingin pangsa pasar yang lebih besar dari kue yang jauh lebih kecil,” kata Perdana Menteri Kyriakos Mitsotakis pada pekan lalu.

“Jika semuanya berjalan sesuai rencana, kami akan dibuka 1 Juli, dengan protokol yang sesuai,” lanjutnya.

Yunani yang menerapkan lockdown selama enam minggu dengan total 165 kasus kematian merupakan negara Eropa yang paling sedikit terkena dampak pandemi virus corona.

Minggu depan, pertokoan dan tempat makan akan kembali dibuka, seminggu lebih awal dari yang direncanakan semula.

“Ini adalah pencapaian yang berharga, memungkinkan dimulainya kembali musim turis yang dirasa bakal lebih panjang untuk menggantikan momen yang terlewatkan,” kata menteri kebudayaan Yunani.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed