oleh

Warga dan Keluarga RT Cekcok soal Bansos Corona di Koja

Kompaspagi.com – Lurah Rawa Badak Utara, Koja, Jakarta Utara, Teguh Subroto membenarkan peristiwa cekcok antara warga dan keluarga RT 006/RW 008 Rawa Badak Utara, yang dipicu oleh bantuan sosial penanganan virus corona (Covid-19).

Peristiwa cekcok tersebut terekam di video dan viral di media sosial Facebook. Berdasarkan unggahan akun Rafaell Rafa, seorang perempuan terekam swafoto dengan luka di wajah.

Desa Badak Utara, Koja, Jakarta Utara, Stasiun Subroto mengkonfirmasi konflik antara warga dan keluarga RT 006 / RW 008 Badak Utara, dipicu oleh bantuan sosial untuk menangani virus koroner (Covid-19).

Pertengkaran itu terekam dalam video dan virus di media sosial Facebook. Berdasarkan meng-upload akun Rafaell, ada seorang wanita yang memegang tembakan dengan luka di wajah.

Rafael mengatakan keluarganya dipukuli dan dibunuh oleh keluarga RT di daerah itu. Akar masalah tidur adalah bantuan sosial dalam menangani Covid-19.

“Ditanya dengan cermat tentang kebutuhan dasar, RT terus bertahan dan berbicara kepada warga negara. Dan mengusir warga juga,” baca akun Facebook Rafaell, Kamis (23/4).

Sementara itu, menurut Autumn, insiden dimulai ketika dua warga bernama Nurhayati dan Nur Ayni bertanya tentang bantuan sosial kepada RW setempat.

Dari RW, informasi yang diterima tentang pendanaan sosial dipertahankan di setiap RT. Dengan penjelasan, mereka berdua menuju ke rumah Ny RT 006 bernama emas.

Perusahaan itu mengatakan Nurhayati terdaftar sebagai penerima bantuan. Sederhananya, katanya, dia telah pindah ke Bekasi selama bertahun-tahun. Oleh karena itu RT memutuskan untuk mengembalikan makanan ke PD Jaya Jaya.

“Aturan untuk bantuan sosial adalah aturan, penerima adalah keluarga yang terdaftar pada daftar penerima kartu kesejahteraan DKI Jakarta dan didominasi oleh RT / RW. CNNIndonesia.com, Jumat (24/4).

Perusahaan mengatakan bahwa Nurhayati dan Nur Ayni terlibat dalam perselisihan dengan Imas karena dia tidak menerima bantuan sosial. Kemudian, mendapatkan emas mengambil dua putranya ke rumahnya.

“Hal Nurhayati dan Nur Ayni emosional sepanjang jalan dengan mengejek Bu dan akhirnya melakukan kontak fisik dengan putri RT Prita. Ini karena perilaku tidak pantas Nurhayati dan Nur Ayni,” kata Teguh.

Berdasarkan informasi yang terkandung dalam pos Rafaell, insiden itu menyebabkan laporan dugaan kekerasan.

CNNIndonesia.com telah berupaya menghubungi Rafaell melalui pesan teks. Namun, sampai berita ini ditulis, tidak ada balasan dari Rafaell.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed