oleh

Tuduhan Pembunuhan Khashoggi Kepada Putra Raja Saudi

Kompaspagi.com – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), melalui Pelapor Khusus Agnes Callamard, mengatakan bahwa Putra Raja Arab Saudi Mohammed bin Salman adalah tersangka utama dalam pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi.

Khashoggi jurnalis senior meninggal ketika mengunjungi konsulat Saudi di Istanbul, Ia dikenal sebagai kritik terhadap pemerintah Arab Saudi di bawah kepemimpinan Mohammad bin Salman (MbS).

Pada saat itu ia sering mengkritik kedekatan Saudi dengan pemerintah baru AS yang dipimpin oleh Donald Trump. Juga sangat menentang intervensi Saudi dalam perang saudara di Yaman.

Karena ia sering mengkritik pemerintah di negaranya, Khashoggi juga memahami bahwa hidupnya berada di bawah ancaman. Ini karena orang-orang Saudi di bawah kepemimpinan MbS sering bertindak terhadap mereka yang menentang pemerintah.

Dia telah menetap di Amerika dan bahkan memperoleh kewarganegaraan. Di Amerika Serikat, ia berkontribusi pada Washington Post dan terus menghasilkan tulisan kritis.

Kematian editorialis mulai terdeteksi ketika dia menghilang setelah memasuki kedutaan Arab Saudi di Istanbul, Turki. Khashoggi mengunjungi konsulat Saudi di Turki untuk mengambil dokumen pernikahannya. dengan Hatice Chengiz.

Pada saat itu Kashogi datang dengan Hatice, hanya tunangan ini tidak memasuki konsulat. Dia menunggu di luar konsulat sampai gedung ditutup, tetapi reporter tidak pernah pergi.

Tidak lama kemudian, pemerintah Arab Saudi merilis pernyataan tentang penyelidikan hilangnya Jamal Khashoggi. Hatice mengatakan reporter itu tidak membawa ponsel ketika dia memasuki konsulat.

Polisi Turki kemudian mencurigai Khashoggi terbunuh di kantor konsulat Saudi di Istanbul. Sumber-sumber kepolisian bahkan menyebutnya pembunuhan berencana dan mayat dipindahkan dari konsulat. Tidak lama setelah konsulat Saudi membantah dan mengatakan para penyelidik telah tiba di Istanbul untuk melakukan penyelidikan.

Polisi Turki percaya bahwa satu hari sebelum Khashoggi memasuki konsulat, ada 15 orang Saudi yang datang dengan dua jet pribadi. Mereka memasuki konsulat pada hari yang sama ketika jurnalis itu menghilang.

Arab Saudi kemudian mengklaim bahwa Khashoggi telah meninggalkan konsulatnya di Istanbul pada hari kepergiannya. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan meminta pejabat Saudi untuk membuktikan permintaan itu. Dia mendesak Saudi untuk mengungkapkan tampilan CCTV mereka.

Amerika Serikat juga turun tangan

Berdasarkan informasi dari dinas rahasia AS, MbS dikatakan telah memerintahkan operasi untuk menargetkan Jamal Khashoggi. Sebelumnya, pejabat dan kolega Saudi diketahui mendekati wartawan untuk menawarkan perlindungan pada jabatan tinggi di pemerintah jika dia ingin kembali ke Arab Saudi. Tapi dia menolak.

Turki telah menunjukkan bahwa Khashoggi terbunuh di konsulat berdasarkan rekaman audio dan video. Dari rekaman audio, diklaim bahwa reporter diinterogasi, disiksa, dibunuh dan dilukai.

Namun Arab Saudi terus membantah membunuh jurnalis itu. Erdogan mendesak Arab Saudi untuk menerbitkan gambar yang menunjukkan bahwa Khashoggi tidak terbunuh di dalam konsulat Saudi di Istanbul, Turki. Dia mempertanyakan pembuatan CCTV di gedung konsulat.

Penyiksaan direkam

Sebelum memasuki konsulat Saudi di Turki, Khashoggi mengetahui bahwa ia telah mengaktifkan fungsi pendaftaran di Apple Watch yang dipakainya. Dia tidak membawa ponselnya dan menyerahkannya kepada pacarnya Hatice Chengiz yang sedang menunggu di luar konsulat.

Dia juga menyarankan agar Chengiz menghubungi orang kepercayaan Erdogan jika dia tidak pernah meninggalkan kedutaan. Polisi dan ahli forensik di Turki akhirnya diizinkan untuk melakukan penyelidikan di dalam gedung konsulat. Setelah melakukan penyelidikan selama delapan jam, polisi Turki mengambil serangkaian sampel, termasuk tanah dari taman konsulat.

Berdasarkan temuan penelitian, Khashoggi diduga dibunuh saat diinterogasi dan tubuhnya dimutilasi. Polisi segera mengarahkan penyelidikan ke kediaman konsuler jenderal Saudi di Istanbul, Muhammad Otaibi.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed