oleh

Tiga Generasi Keluarga Pelatih Singa di Mesir

Kompaspagi.com – Di apartemennya yang berada di Kairo, tak jauh dari jalan yang sibuk di sepanjang Sungai Nil, Ashraf el-Helw, generasi ke-tiga keluarga pelatih singa Mesir, bersiap memulai pertunjukan dengan kucing besarnya.

Alih-alih di panggung sirkus, ruang tamunya menjadi tempatnya atraksi.

Dia telah mengunggah satu video di media sosial yang memperlihatkan singa peliharaannya melakukan trik di dalam rumahnya, sejak Mesir memberlakukan pembatasan untuk membatasi penyebaran virus corona baru, termasuk memberlakukan jam malam.

Dia sekarang bersiap-siap untuk syuting video yang kedua dan mengatakan akan ada lebih banyak lagi video ke depannya.

Melalui pertunjukan singa online, Ashraf ingin mendorong orang untuk tetap tinggal di rumah di tengah pandemi.

Video pertama mendapat tanggapan hangat dari netizen di Mesir – tetapi juga menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana ia merawat hewan-hewannya.

Kucing besar itu bermukim di peternakan milik keluarganya di kawasan yang berjarak satu jam dari Kairo.

Ashraf mengatakan dia membawa singa ke kota hanya untuk syuting video.

Setelah syuting selesai, singa dikembalikan ke peternakan, bersama sekitar 40 hewan lain yang tinggal di sana, termasuk monyet dan kucing besar lainnya.

Kepada AP, Ashraf memamerkan Joumana, salah satu singa betina yang diajaknya syuting.

Dia mengajak singa melakukan trik berdansa, satu tangan di masing-masing pundak.

Dalam trik lain, singa betina mematuhi perintah, dengan tusukan ringan melalui tongkat ke badannya, untuk berjalan di atas papan, melangkahi saudara perempuan Ashraf, Bushra, yang juga seorang pelatih singa.

Puncak acara ialah ketika Ashraf menempatkan sepotong daging yang tergantung dari sebatang tongkat ke dalam mulutnya, dan Joumana melompat untuk meraihnya.

“Sejak saya membuka mata saya kepada dunia, saya menemukan singa di sekitar saya,” kata Ashraf yang berusia 26 tahun.

Dia mengatakan mulai bekerja dengan hewan-hewan ganas itu – bersama kakak-kakaknya, sejak berusia 6 tahun.

Pada usia 16, dia mulai melakukan pertunjukan sirkus.

Keluarga el-Helw telah melakukan pertunjukan sirkus dengan kucing besar selama lebih dari seabad.

Nenek Ashraf adalah pemain sirkus terkenal, Mahassen el-Helw, pelatih singa betina pertama di dunia Arab.

Dia dikenal sebagai “wanita besi” karena sikap panggungnya yang keras.

Ada juga tragedi.

Kakek Ashraf, Mohammed el-Helw, terbunuh pada tahun 1972 dalam salah satu pertunjukannya oleh Sultan, seekor singa yang mencabik-cabiknya di depan mata publik yang ketakutan dan tak berdaya.

Kasus kecelakaan saat pertunjukan dan di peternakan juga pernah terjadi dalam beberapa tahun terakhir.

Kakak perempuan Ashraf – Luba (38); Ousa (35), dan Bushra (28) – juga pelatih singa profesional di Sirkus Nasional Mesir.

Didirikan pada tahun 1966, sirkus itu bertempat di sebuah tenda di samping Sungai Nil, yang ramai didatangi pengunjung bersama keluarganya pada malam hari.

Beberapa orang mengkritik keluarga el-Helw karena perlakuan mereka terhadap hewan.

Dina Zulfikar, seorang aktivis perlindungan binatang yang duduk di dewan kebun binatang terbesar di negara itu, mengatakan bahwa membawa hewan liar ke rumah adalah melanggar hukum.

Juga, video Ashraf memberikan gambaran miring tentang bahaya melatih kucing besar untuk berpose, katanya.

“Ini adalah perilaku yang tidak bertanggung jawab dan bodoh,” katanya.

“Mereka bukan hewan peliharaan, mereka adalah binatang liar.”

Tetapi untuk keluarga el-Helw, singa adalah sumber mata pencaharian.

“Mereka seperti anak-anakku,” kata Bushra, memberi Joumana tepukan penuh cinta di punggung.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed