oleh

Studi Sebut AC Mungkin Berperan Sebarkan Virus Corona

Kompaspagi.com – Pendingin ruangan atau air conditioner (AC) biasa digunakan untuk menghalau udara panas dalam ruangan. Namun sebuah studi baru-baru ini menyebut AC berperan dalam penyebaran virus corona.

Studi dipimpin oleh Jianyun Lu dari Guangzhou Center for Disease Control and Prevention. Tim mempelajari 10 kasus berbeda di 3 keluarga berbeda yang makan di restoran yang sama di Guangzhou. Ini berdasar kasus infeksi di Guangzhou pada akhir Januari lalu.

“Aliran udara yang kuat dari AC bisa menyebarkan droplet,” tulis dalam laporan studi mengutip dari Science Times.

Pasien pertama dari 10 kasus yang dipelajari diketahui kembali dari Wuhan pada 23 Januari 2020. Padahal Wuhan adalah sumber penyebaran virus pertama sejak Desember 2019. Pasien pun makan malam bersama dengan tiga anggota keluarga di hari berikutnya. Restoran tidak memiliki jendela dan hanya mengandalkan AC untuk memperoleh sirkulasi udara. Dua keluarga lain duduk di meja sebelahnya dengan jarak antarmeja sekitar satu meter.

Pasien pertama mengalami demam dan batuk di hari berikutnya lalu memeriksakan diri ke rumah sakit. Dalam waktu dua minggu, empat anggota keluarga lain, tiga anggota keluarga di meja lain dan dua anggota keluarga dari meja lain terinfeksi virus corona.

“Dari hasil pemeriksaan rute potensial transmisi, kami menyimpulkan penyebab paling memungkinkan adalah transmisi droplet. Kami menyimpulkan bahwa outbreak ini, transmisi droplet didukung oleh AC. Faktor kunci dari infeksi adalah arah aliran udara,” sebut peneliti dalam laporannya mengutip dari South China Morning Post.

Akan tetapi, peneliti menyadari temuan kurang konsisten dengan transmisi aerosol. Namun, lanjut mereka, aerosol cenderung mengikuti aliran udara dan konsentrasi aerosol yang lebih rendah pada jarak yang lebih jauh mungkin tidak cukup untuk mengakibatkan infeksi di bagian lain restoran.

“Untuk mencegah penyebaran virus di restoran, kami merekomendasikan melebihkan jarak antarmeja dan menyediakan ventilasi,” imbuh mereka.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed