oleh

Studi: Bayi Kelahiran Caesar Berisiko Obesitas dan Diabetes

Kompaspagi.com – Proses persalinan caesar dikenal membawa konsekuensi yang berdampak panjang. Studi baru-baru ini menemukan proses kelahiran caesar meningkatkan risiko bayi mengalami obesitas dan diabetes tipe 2.

Riset yang melibatkan 3.000 perempuan Amerika Serikat tersebut telah dipublikasikan di jurnal JAMA Network Open. Para perempuan tersebut terlebih dulu dicek riwayat kesehatannya, termasuk juga terkait proses kelahiran.

Hasilnya, mereka yang melahirkan operasi caesar akan meningkatkan risiko obesitas 11 persen lebih tinggi pada bayi dan orang dewasa berisiko 46 persen lebih tinggi dari diabetes tipe 2 daripada persalinan normal.

“Wanita tidak perlu khawatir harus melahirkan melalui operasi caesar, tetapi itu benar-benar diperlukan. Meskipun penelitian ini memang menambah bukti yang berkembang dari efek buruk dari kelahiran caesar,” kata Andrew Shennan, seorang profesor kebidanan di Kings College London yang tidak termasuk dalam penelitian ini.

Sementara penelitian lain mengaitkan efek persalinan sesar dengan risiko obesitas di masa kecil. Ini adalah studi pertama yang melacak efek kesehatan masa depan dengan peserta dari wanita yang lahir pada tahun 1946-1964.

Penelitian ini juga yang pertama menghubungkan dampak sesar pada risiko diabetes tipe 2.

Selama masa ini, persalinan sesar harus dilakukan hanya dalam keadaan tertentu atau khusus. Artinya, langkah-langkah untuk menghindari bayi normal ini lebih berbahaya bagi ibu dan bayi.

Namun, penelitian ini juga menemukan bahwa kelahiran sesar dilakukan selama kehamilan dengan risiko obstruksi minimal dapat dilakukan dengan kelahiran normal.

Namun, konsekuensi dari kelahiran sesar tidak diketahui publik. Studi menunjukkan bahwa ada banyak bukti perbedaan mikroflora usus pada bayi yang lahir dengan operasi caesar dan mereka yang biasanya dilahirkan.

Bayi sesar memiliki mikroflora usus lebih sedikit daripada bayi biasanya melahirkan. Bayi yang lahir normal mengalami mikroflora usus selama persalinan. Ketika bayi sesar mendapatkan mikroflora dari lingkungan dan jumlah mikroflora melindungi terhadap obesitas, itu bahkan lebih sedikit.

“Kami tahu perbedaan ini dapat terus diamati pada bayi dan balita. Apakah perbedaan ini bertahan sepanjang masa atau dapatkah kita mereproduksi bagaimana metabolisme makanan seseorang tidak diketahui,” kata rekan penulis studi Jorge Chavaro seperti dikutip oleh CNN.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed