oleh

Spesifikasi Helikopter MI-17 TNI AD yang Jatuh di Kendal

Kompaspagi.com – Helikopter MI-17 milik TNI AD yang jatuh di Kendal, Jawa Tengah dan menewaskan empat orang pada Sabtu (6/6) kemarin merupakan helikopter buatan Rusia.

Desain helikopter ini dikembangkan oleh Biro Desain Mil Rusia. Sementara produksi helikopter ditangani oleh salah satu produsen helikopter terbesar dunia asal Rusia, Kazan Helicopter Plant (KHP). Keduanya merupakan anak perusahaan dari Russian Helicopter.

Mil Design ternama dengan rancangan helikopter yang mampu mengangkat beban berat. Helikopter buatan perusahaan ini digunakan untuk kepentingan militer dan sipil.

Menyoal spesifikasi, MI-17 merupakan helikopter rotor tunggal yang memiliki bobot sedang. Konstruksi kendaraan udara ini menggabungkan badan helikopter jenis MI-8 dan MI-24.

Helikopter MI-17 memiliki panjang rotor 25,4 meter dan panjang badannya 18,4 meter. Sedangkan tinggi helikopter 5,7 meter, seperti dikutip FAS Military Analysis Network.

Sementara diameter lebar rotor utama mencapai 21,3 meter dan diameter ekor rotornya 3,9 meter. Lalu kecepatan maksimum helikopter hingga 250 kilometer per jam, seperti disebutkan Federation of American Scientist.

MI-17 ditenagai mesin powerplant TV3-117VNM dan VK-2500. Mesin TV3-117VNM ini dapat mengembangkan daya maksimum 2.100 hp, sedangkan VK-2500 dapat menyediakan output daya 2.700 hp.

Mesin VK-2500 merupakan versi terbaru dari TV3-117VNM yang dilengkapi dengan sistem kontrol digital generasi terbaru.

Di setiap sisi badan helikopter ada tiang untuk tangki bahan bakar eksternal dengan total kapasitas 1.830 liter, seperti dilansir Global Security.

Helikopter MI-17 mampu membawa hingga 30 orang tentara dan mampu membawa muatan kargo sampai 13.000 kilogram.

Produsen menyematkan sejumlah persenjataan seperti rudal, bom, senjata kecil, dan meriam. Helikopter dapat membawa empat peluncur rudal tipe B8V20 dengan bantuan sistem kontrol PUS-31-71 on-board.

Pengangkut bom BDZ-57KRVM digunakan untuk pemasangan bom hingga 500 kilogram. Namun tidak semua amunisi bisa digunakan pada waktu yang bersamaan.

Helikopter MI-17 disebut aman ketika digunakan untuk masa peperangan karena kaca kokpit helikopter memiliki visibilitas yang baik untuk memberikan pengamatan zona yang lebih luas.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed