oleh

Risiko Proses Bayi Tabung dan Cara Mengantisipasinya

Kompaspagi.com – Program bayi tabung atau In Vitro Fertilization (IVF) tak selalu berhasil. Ada sejumlah risiko yang mengintai di balik proses ini. Karena itu pasangan suami-istri pun mesti mempertimbangkan dengan matang.
Bayi tabung merupakan alternatif bagi pasangan yang ingin memiliki anak namun bermasalah dari segi kesuburan. Sederhananya, program ini dilakukan dengan menggabungkan sel telur dan sperma di luar tubuh lantas sel telur yang sudah dibuahi dan telah dalam fase siap bakal dipindahkan ke rahim perempuan.

Akan tetapi sesungguhnya proses bayi tabung ini memiliki tahapan panjang. Dikutip dari laman resmi RS Awal Bros, pelaksanaan program harus dilakukan atas pendampingan dokter spesialis kandungan secara profesional dan sesuai indikasi.

Ada beberapa tahapan melakukan proses ini meliputi penilaian hormon, penilaian cadangan sel telur, penilaian organ kandungan, sistem imun, pencegahan terhadap infeksi khusus hingga penilaian kualitas sperma. Kendati begitu tetap ada risiko yang mengintai di tengah langkah-langkah tersebut.

Mengutip dari pernyataan tertulis RS Awal Bros, salah satu risiko bisa terjadi ketika pengambilan sel telur. Boleh jadi pada tahapan ini mungkin terjadi infeksi, pendarahan ataupun gangguan pada usus atau organ lain.

Selain itu ada pula risiko dari obat-obatan yang digunakan untuk menstimulasi ovarium yaitu sindrom hiperstimulasi ovarium. Efek yang dirasakan bisa beragam, mulai dari kembung, kram atau nyeri ringan, penambahan berat badan hingga rasa sakit yang tak tertahankan pada perut.

Efek yang berat harus ditangani di rumah sakit meskipun biasanya gejala akan hilang ketika siklus ovarium selesai.

“Masih ada beberapa risiko lain dari prosedur bayi tabung, yaitu risiko keguguran, kehamilan kembar jika embrio yang ditanamkan ke rahim lebih dari satu, kelahiran prematur, dan berat bayi lahir rendah, kelahiran ektopik atau di luar rahim, bayi lahir dengan cacat fisik,” tulis salah satu dokter spesialis obstetri dan ginekologi di RS Awal Bros, Zaldy Zaimi.

“[Juga] Stres karena prosedur bayi tabung dapat menguras tenaga, emosi dan rahim,” sambung dia lagi.

Itu sebab agar proses ini berhasil ada beberapa hal yang perlu diperhatikan pasangan yang memilih program ini salah satunya mengonsumsi makanan bergizi untuk menunjang kualitas embrio. Hal yang juga perlu dilakukan dikutip dari laman kesehatan Smarter Health selain memperhatikan pola makan adalah mengonsumsi suplemen seperti asam folat dan minyak ikan, serta memastikan waktu tidur yang cukup.

Adapun sejumlah hal yang sebaiknya dihindari sebelum melakukan proses bayi tabung di antaranya menggunakan produk-produk berbahan kimia berbahaya, mengonsumsi makanan mentah dan melakukan hubungan seksual pada 3 hingga 4 hari sebelum masa pengambilan sperma. Sementara yang perlu dihindari selama proses bayi tabung di antaranya berolahraga kardio dan mengonsumsi obat.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed