oleh

Polisi Korsel Salah Menangkap Tersangka Kasus Pembunuhan

Kompaspagi.com – Polisi Korea Selatan meminta maaf atas penangkapan orang yang salah dan menahannya selama 20 tahun karena kasus pembunuhan berantai. Polisi mengidentifikasi pelaku sesungguhnya di balik pembunuhan 15 wanita dalam sebuah kasus yang dikenal sebagai “Pembunuhan Hwaseong”.

Kasus ini menimbulkan kegemparan di kalangan warga Korea Selatan pada 1980-an. Para pelaku memperkosa dan membunuh 10 wanita di sebuah desa dekat Hwaseong di provinsi Gyeonggi.

Pengumuman yang dibuat Jumat (03/07/2020) mengkonfirmasi bahwa seorang pria yang bermarga Yoon telah menjadi korban penangkapan ilegal dan dijatuhi hukuman pada tahun 1989 karena dituduh melakukan pemerkosaan dan pembunuhan.

Kepala polisi Provinsi Gyeonggi Bae Yong-ju membungkuk di depan kamera multimedia. Dia meminta maaf kepada keluarga para korban dan tertuduh sebagai tersangka termasuk Yoon yang telah menjalani hukuman penjara 20 tahun.

“Aku menundukkan kepalaku dan meminta maaf kepada para korban kejahatan Lee Chun-jae, keluarga para korban yang selamat dan semua orang yang telah menderita kehancuran karena penyelidikan polisi, termasuk Tuan Yoon,” kata Bae.

Yoon dibebaskan dalam masa percobaan pada tahun 2009 setelah menjalani 20 tahun penjara dan mengajukan sidang baru tahun lalu setelah polisi memulai penyelidikan terhadap Lee Chun-jae.

Selain Yoon, ada setidaknya empat orang lain yang menjadi sasaran penangkapan ilegal dan menetapkan tersangka. Keempatnya melakukan bunuh diri setelah diselidiki oleh polisi pada 1990-an dalam pembunuhan itu.

Selama penyelidikan, polisi mengatakan Lee mengakui semua pembunuhan Hwaseong, termasuk pembunuhan seorang gadis berusia delapan tahun. Dia juga memperkosa sembilan wanita lainnya.

“Kecenderungan psikopatnya ditunjukkan karena dia tidak bisa berempati dengan rasa sakit dan penderitaan para korban dan terus menunjukkan kejahatannya,” kata Bae Yong-ju.

Lee menjalani hukuman seumur hidup karena pemerkosaan dan pembunuhan saudara iparnya pada tahun 1994, tetapi Lee tidak akan dituntut karena kejahatannya yang lain karena undang-undang pembatasan telah berakhir.

Lee Chun-jae telah memperkosa dan membunuh sepuluh wanita di daerah pedesaan Hwaseong, selatan Seoul, selama lima tahun sejak 1986.

Pada waktu itu, sejumlah petugas polisi dikerahkan untuk menemukan si pembunuh, menyelidiki sekitar 21.000 orang dan membandingkan lebih dari sekitar 20.000 sidik jari tanpa hasil.

Penyelidikan menginspirasi kelahiran film box office Korea Selatan pada tahun 2003 berjudul “Memories of Murder” yang dibuat oleh sutradara pemenang Oscar Bong Joon-ho.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed