oleh

Polisi AS Tangkap Ribuan Warga Saat Demo George Floyd

Komapspagi.com – Sekitar 10.000 pengunjuk rasa di Amerika Serikat dilaporkan ditangkap selama sembilan hari demonstrasi solidaritas atas kematian seorang pria kulit hitam, George Floyd, karena kekerasan polisi di Minneapolis.

Seperti dilansir kompaspagi.com, Jumat (5/6/2020), jumlah itu terus bertambah karena demonstrasi terus berlangsung sepanjang hari, meski sejumlah pemerintah negara bagian memberlakukan jam malam.

Seperempat dari demonstran yang ditangkap berada di Los Angeles, California. Kemudian diikuti oleh New York, Dallas dan Philadelphia.

Pemerintah negara bagian mengklaim bahwa demonstran yang ditangkap berasal dari daerah tetangga. Di ibu kota Washington DC, 86 persen dari 400 orang yang ditangkap selama demonstrasi berasal dari daerah itu, Maryland dan Virginia.

Belum diketahui berapa banyak demonstran yang ditangkap saat penangkapan. Menurut kepala polisi Los Angeles Michel Moore, 2.500 orang ditangkap karena menolak membubarkan sementara memprotes dan melanggar jam malam.

Sisanya ditangkap karena mencuri, menjarah, menyerang polisi dan melakukan tindakan kekerasan lainnya. Floyd meninggal setelah diperkosa oleh anggota kepolisian Minneapolis dengan dalih pertempuran ketika dia ditangkap.

Karena hasil otopsi, Floyd meninggal karena serangan jantung. Dia juga dilaporkan terinfeksi virus korona (Covid-19). Petugas kepolisian Minneapolis, Derek Chauvin, yang menekan leher Floyd dengan lututnya selama penangkapan sampai tersangka terengah-engah dengan tuduhan pembunuhan tingkat dua, yang sebelumnya telah dihukum karena pembunuhan tingkat ketiga.

Chauvin, yang telah ditahan di Penjara Kabupaten Ramsey, dipindahkan ke Penjara Kabupaten Hennepin, kemudian dipenjara di Penjara Negara Bagian Minnesota. Tiga polisi lain yang terlibat dalam penangkapan Floyd adalah Thomas Lane, J. Alexander Kueng dan Tou Thao, sekarang juga dibebaskan dan ditahan. Mereka akan diadili hari ini. Kasus ini saat ini sedang ditangani langsung oleh kepala jaksa Minnesota, Keith Ellison.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed