oleh

PKL Tanah Abang Dua Kali Ditertibkan dalam Sehari Selama PSBB

Kompaspagi.com – Penertiban terhadap sejumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) dan kios yang berada di depan Pasar Tanah Abang Blok G, tepatnya di bawah Jembatan Central Tanah Abang, Jakarta Pusat, terus dilakukan oleh aparat gabungan. Pada Rabu (20/5), penertiban dilakukan hingga dua kali dalam sehari.

Penertiban sendiri dilakukan terkait pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta untuk memutus penyebaran virus corona.

Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, penertiban pertama dilakukan oleh aparat gabungan dari Satpol PP, Polri, dan TNI pada pukul 10.00 WIB. Saat itu, mayoritas pedagang yang berjualan pakaian, telah menutup lapak dagangan mereka sebelum petugas gabungan tiba.

Sekitar pukul 12.35 WIB, para pedagang kembali membuka lapak mereka lantaran petugas tak lagi berjaga di sekitar lokasi.

Para pengunjung yang mayoritas perempuan pun terlihat memadati area tempat para pedagang berjualan. Tampak para pengunjung dan pembeli tidak menjaga jarak fisik dalam aktivitas mereka itu.

Tidak lama, sekitar pukul 13.16 WIB, petugas Satpol PP kembali mendatangi area mereka berjualan, dan meminta untuk ditutup. Petugas juga melakukan penjagaan di sekitar wilayah tersebut hingga pukul 16.00 WIB dan tak ada pedagang yang kembali mengggelar lapak mereka lagi.

Menurut salah seorang pedagang yang tidak mau disebutkan namanya, para pedagang memang sering kucing-kucingan dengan petugas yang melakukan penertiban.

“Kalau razia [penertiban] disuruh tutup, setelahnya kita buka lagi, ya namanya cari makan,” kata dia kepada CNNIndonesia.com di Pasar Tanah Abang, Rabu (20/5).

Kasatpol PP DKI Jakarta, Arifin mengatakan alasan para pedagang yang tetap kembali nekat berdagang meski telah ditertibkan tersebut, tak lain adalah karena masalah perut.

“Kalau ditanya mereka kan biasanya klisenya karena kebutuhan perut, uang. Tapi yang jadi masalah adalah, anda dapat uang tapi berisiko terhadap keselamatan dan kesehatan,” kata dia saat ditemui di Pasar Tanah Abang, Rabu (20/5).

Ia melanjutkan, penertiban yang dilakukan oleh aparat adalah sebagai upaya untuk menghindari adanya kerumunan yang dapat memicu terjadinya penularan virus corona.

“Jadi sesungguhnya, Satpol PP ada di Tanah Abang untuk memberikan perlindungan kepada warga supaya tidak tertular, jadi harus dipahami, bukan kami musuh mereka,” kata dia

“Kami melindungi mereka, bayangkan berkerumun tidak pakai masker, tidak ada jarak, itu sangat berbahaya, jadi tolong sama-sama punya tanggung jawab. Disiplin dan kesadaran itu menentukan apakah PSBB akan terus atau berhenti,” imbuh dia.

Karena masih ada pedagang yang nekat, ia mengatakan, akan menambah personel untuk berjaga di titik-titik keramaian.

“Terkait dengan penindakan, kita tetap upaya yang kita lakukan adakah imbauan persuasif dan edukatif,” kata dia.

Diketahui, Pemprov DKI Jakarta telah menutup Pasar Tanah Abang sejak 27 Maret 2020 lalu. Pasar yang ditutup meliputi Pasar Tanah Abang Blok A, Blok B, dan Blok. Sementara Blok G tetap dibuka karena menyediakan kebutuhan pangan dengan membatasi waktu operasi.

Sedianya, PD Pasar Jaya menutup pasar di kawasan Tanah Abang sampai 5 April, namun kembali diperpanjang hingga 19 April. Penutupan pusat grosir tekstil tersebut kembali diperpanjang sampai 22 Mei atau bersamaan dengan berakhirnya pelaksanaan PSBB di Ibu Kota.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed