oleh

Pilkada Usai, Angin Gejolak di Tubuh Parpol Mulai Berembus

-Politik-3 views

Pilkada Padang Pariaman telah usai. 9 Desember lalu tentu hari yang bersejarah bagi kandidat yang menang. Tapi, proses dan “perang” di kalangan elit partai politik baru saja di mulai.

Ada kemungkinan karena gesekan Pilkada? Bisa jadi seperti itu. Contoh, Pilkada usai, tiba-tiba Ketua DPD Golkar Padang Pariaman di-Plt-kan ke Asmadi.

Posisi Syahrul Datuak Lung, tentu tidak lagi sebagai Ketua DPD Golkar daerah itu. Dalam Pilkada, Golkar memang mengusung Tri Suryadi – Taslim, calon nomor urut dua yang kalah dalam helat lima tahun sekali itu.

Golkar bersama Demokrat, PKB dan PPP ikut bekerja keras memenangkan pasangan Wali Feri – Andah Taslim tersebut. Usaha memang telah dilakukan, tetapi sang dewi fortuna lagi tidak berpihak, sehingga yang menang Suhatri Bur- Rahmang.

Padahal, kepemimpinan Datuak Lung baru saja dimulai. Kesalahan terbesar apa yang sedang terjadi pada anggota DPRD Padang Pariaman itu, sehingga ia harus di-Plt-kan. Atau ini permainan tingkat tinggi yang sedang terjadi di tubuh partai berlambang pohon beringin itu?

Lalu, apakah Datuak Lung akan di-PAW-kan dari keanggotaan dewan daerah itu? Dalam politik tidak ada yang tidak mungkin. Semua serba mungkin, dan segala kemungkinan bisa saja terjadi.Di PAN Padang Pariaman yang paling santer saat ini, adalah pergantian pimpinan dewan dari Aprinaldi ke kader yang lain yang juga sedang jadi anggota dewan tentunya.

Sebagai partai pemenang Pileg dan Pilkada, wajar saja gejolak seperti itu terjadi. Dalam Rakor DPD PAN daerah itu yang diadakan di Kabupaten Solok beberapa waktu lalu, Aprinaldi tak tampak hadir. Sebagai Wakil Ketua DPRD dan Wakil Ketua DPD PAN tentu seharusnya dia ikut Rakor tersebut.

Menurut informasi yang beredar dalam Pilkada, Aprinaldi yang jadi Ketua Pemenangan pasangan Suhatri Bur – Rahmang, tidak menjalankan tugas dan kewajibannya sebagaimana mestinya. Malah dia dituduh ikut memenangkan pasangan nomor urut dua atau pasangan yang tidak dijagokan oleh PAN.

Suhatri Bur, karena menang Pilkada, ada kemungkinan Ketua PAN Padang Pariaman masih akan jatuh ke tangannya kembali. Kepengurusan yang dia pimpin saat ini memang hampir habis masa baktinya, tetapi gelagat dia akan kembali memimpin partai yang didirikan Ormas Muhammadiyah itu sudah tampak dari sekarang.

Namun, gejolak di luar sana juga tak mudah untuk dibendung. Suara-suara yang menyebutkan Suhatri Bur akan diganti dari Ketua DPD PAN juga bermunculan dari kader partai reformasi tersebut.
“Siapapun yang menang Pilkada, Ketua DPD PAN Padang Pariaman tetap diganti,” kata suara yang muncul itu. Sebab, tradisi di PAN tidak yang dua periode memimpin partai itu, kecuali yang terjadi pada Zulkifli Hasan pada Kongres partai itu tahun lalu di Kendari.

Di DPW PAN Sumbar sudah dilakukan regenerasi dari Ali Mukhni yang bukan kader, ke yang kader tulen, Indra Datuak Rajolelo. Suhatri Bur memang bukan kader. Tokoh yang secara kebetulan dipercaya sebagai Ketua DPD PAN Padang Pariaman. Mungkin karena dia sedang jadi Wabup saat itu.

Apakah PAN Padang Pariaman akan mengembalikan tampuk kepemimpinan DPD itu ke kader, yang dulunya ikut berdarah-darah mendirikan dan membesarkan PAN? Sekali lagi, dalam politik segala kemungkinan bisa saja terjadi.

Yang jelas, gejolak dalam partai ini anginnya mulai berembus. Tidak kencang sih, karena Musda PAN masih ada beberpa waktu lagi. Suhatri Bur melakukan Rakor, itu sah-sah saja. Tanda alek usai, tentu perlu merajut kembali apa yang sudah dilakukan, dan apa kelemahan.

Lalu, PDI Perjuangan dinilai sebagai partai yang penuh dengan kontro versi. Politik tingkat tinggi yang dimainkan Puan Maharani, salah seorang petinggi DPP PDI Perjuangan yang sedang menjabat Ketua DPR RI saat akan Pilkada, ternyata membawa berkah tersendiri bagi partai ini.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed