oleh

New Normal, Pariwisata Jabar Dibuka Buat Warga Jabar Saja

-Traveling-17 views

Kompaspagi.com – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyebutkan, pembukaan sektor pariwisata yang diperbolehkan melakukan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) atau New Normal harus mematuhi ketentuan protokol kesehatan pencegahan virus corona (Covid-19).

Selain itu, pria yang karib disapa Emil itu mengatakan sektor pariwisata di zona biru pandemi virus corona diperbolehkan kembali beroperasi dengan tamu hanya warga Jabar.

“Sementara pariwisata Jawa Barat direkomendasikan belum dibuka dulu untuk orang-orang atau warga dari luar Jawa Barat. Mohon menahan diri dulu, kita sedang fokus membuka ekonomi dan pariwisata ini kepada warga Jawa Barat dulu,” kata Ridwan Kamil saat meninjau penerapan protokol kesehatan AKB beberapa destinasi wisata Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Minggu (14/6).

Untuk diketahui, Kabupaten Bandung Barat termasuk ke dalam salah satu level kewaspadaan zona biru.

Total, ada 17 daerah yang diizinkan menerapkan AKB alias new normal yaitu Kabupaten Bandung, Ciamis, Cianjur, Cirebon, Kuningan, Majalengka, Pangandaran, Purwakarta, Subang, Sumedang, dan Tasikmalaya, Kota Banjar, Cimahi, Cirebon, Sukabumi, dan Tasikmalaya.

Dalam kunjungannya ke sejumlah destinasi pariwisata di Bandung Barat, Emil menyimpulkan sejumlah protokol kesehatan sudah dipenuhi pihak pengelola.

“70 persen sudah sesuai dengan ekspektasi saya. Ada penjarakan saat antrean orang masuk. Kemudian pengecekan suhu tubuh, mohon hal itu dilaksanakan dengan baik,” kata mantan Wali Kota Bandung itu.

Pembatasan pengunjung pun sudah diterapkan. The Lodge Maribaya misalnya, mengambil kebijakan 30 persen dari total kapasitas pengunjung yang boleh berwisata alam di tempatnya.

Begitu juga Farm House. Selain membatasi jumlah wisatawan, pengunjung yang dapat berwisata di Farm House untuk sementara hanya warga Jabar. Itu dibuktikan dengan Kartu Tanda Penduduk.

Protokol kesehatan seperti jaga jarak di pintu masuk, pengecekan suhu tubuh, pakai masker, dan cuci tangan sebelum memasuki area wisata, sudah diterapkan sejumlah destinasi wisata di Bandung Barat.

Emil mengatakan, destinasi-destinasi wisata di Lembang juga telah berinovasi. Salah satunya menjual tiket via daring. Hal itu dapat menghindari kerumunan.

“Ini yang harus menjadi sebuah cara baru dalam pariwisata, sehingga tidak ada transaksi pegang uang secara fisik, karena sudah dibayar online, tinggal kita tunjukkan handphone masing-masing, di-scan. Ini harus menjadi cara baru,” ucapnya.

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat mengeluarkan kebijakan yang mewajibkan pengelola destinasi wisata membuat pernyataan soal kewajiban penerapan protokol kesehatan.

Selain itu, sanksi bagi destinasi wisata yang melanggar regulasi pun sudah ditentukan.

Menurut Emil, peninjauan secara berkala mesti dilakukan. Tujuannya memastikan semua destinasi wisata di Jabar terapkan protokol kesehatan AKB.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jabar Dedi Taufik mengatakan, pembukaan sektor pariwisata dilakukan bertahap sesuai dengan level kewaspadaan dan Peraturan Gubernur (Pergub) Jabar Nomor 46 Tahun 2020.

“Kami pastikan hari ini untuk Bandung Barat, kemarin Bandung Barat sudah mulai membuka tempat destinasi, kemudian hotelnya. Untuk itu, kami melihat sampai sejauh mana kesiapan mereka, kesiapan antara industri pariwisata dengan para pengunjung,” ujar Dedi.

Dedi menyatakan, kedisiplinan pengelola wisata dan wisatawan dalam menerapkan protokol kesehatan amat krusial.

Oleh karena itu, ia meminta semua destinasi wisata membuat gugus tugas terbatas di wilayahnya, dan menyediakan fasilitas yang dapat menunjang penerapan protokol kesehatan seperti tempat cuci tangan.

“Setiap destinasi wisata menyiapkan yang namanya manajemen gugus tugas, gugus tugas sektor kecil yang ada di destinasi. Kemudian juga, mereka menyiapkan tempat cuci tangan, masker, dan harus melakukan disinfektan dan menyediakan hand sanitizer,” kata Dedi.

Dedi pun menegaskan apa yang diugkap Emil, bahwa untuk sementara, destinasi wisata hanya diperbolehkan menerima wisatawan lokal asal Jabar.

“Kemudian juga dipastikan sudah ada pemesan tiket, supaya ada kepastian dan mereka juga bisa kita lakukan deteksi dini mereka berasal dari mana. Kalau dengan tiket kan kita akan tahu asal mereka,” kata Dedi.

Selain wajib menerapkan protokol kesehatan, apabila pengusaha akan membuka tempat wisatanya harus meneken surat pernyataan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed