oleh

Menjaga Imun Tubuh Saat Puasa Ramadhan Di Tengah Pandemi

Kompaspagi.com – Di tengah pandemi Covid-19 seperti sekarang ini, umat Islam jelas terus berpuasa selama bulan Ramadhan. Pada saat yang sama, umat Islam juga menerapkan permintaan pemerintah untuk tinggal di rumah untuk memblokir penyebaran Covid-19. Terlepas dari situasi ini, itu tidak mengurangi esensi menafsirkan ibadah puasa Ramadhan yang khusyuk. Agar puasa tetap maksimal selama pandemi, hal penting yang perlu dilakukan adalah menjaga kekebalan tubuh tetap terjaga. Berikut ini adalah ulasan dari upaya untuk menjaga stabilitas sistem kekebalan tubuh selama bulan Ramadhan.

Ibadah untuk kesehatan

Siapa bilang bahwa melakukan banyak ibadah untuk kebaikan hanya terkait dengan kehidupan setelah kematian? Ternyata penelitian menunjukkan bahwa dengan meningkatkan aktivitas ibadah, tubuh juga menjadi lebih sehat. Puasa di bulan Ramadhan menjadi momentum yang tepat untuk melipatgandakan shalat, zikir dan tadarus. International Journal of Health Sciences & Research mengatakan bahwa gerakan sholat dapat mempercepat sirkulasi darah. Setiap gerakan doa dapat mempercepat aliran darah dan getah bening serta memperkuat otot lengan. Saat kedua tangan terangkat, otot bahu meregang dan membuat aliran cairan darah kaya oksigen dan otot-otot mengencang.

Konsumsi serat ketika terbuka dan saat fajar

Selama berpuasa, Anda juga dapat meningkatkan stamina dengan mengonsumsi makanan yang bervariasi dengan jenis serat tinggi saat fajar atau berbuka puasa. Buah ini kaya serat dan kaya akan vitamin dan mineral yang mengisi, bahkan jika mereka hanya makan satu buah. Makanan berserat yang juga cocok untuk konsumsi matahari terbit dan cepat rusak adalah brokoli. Saat berpuasa, makan dengan brokoli akan membuat perut Anda lebih panjang dan lebih sehat.

Konsumsi air mineral yang cukup

Meski berpuasa Ramadhan, masih disarankan untuk minum 8 gelas air putih sehari. Namun, cara mencapainya berbeda dari hari-hari biasa. Mengutip Minggu (17/5/2020), ahli gizi Dr. Samuel Oetoro MS SpGK mengatakan pentingnya minum 8 gelas air sehari. Menurutnya, konsumsi air mineral bermanfaat untuk menggantikan cairan yang keluar dari tubuh saat puasa. Jika kekurangan air, metabolisme tubuh bisa terhenti dan menyebabkan berbagai masalah.

Olahraga

Ternyata saat puasa, Anda masih bisa melakukan latihan ringan. Agar olahraga tidak mengganggu jalannya puasa, lakukanlah dengan aman. Misalnya, lakukan latihan ringan seperti berjalan atau bersepeda sebelum berbuka puasa selama 30-60 menit. Dengan cara ini, sebelum berbuka puasa, tubuh akan memiliki beberapa toko glikogen untuk digunakan sebagai bahan bakar untuk latihan.

Tidur yang cukup dan tidak tetap terjaga Tidur 6-8 jam sehari pada orang dewasa sangat penting untuk regenerasi dan menghasilkan protein untuk sel-sel kekebalan tubuh. Sebuah studi yang diterbitkan dalam American Journal of Physiology-Regulatory, Integrative and Comparative Physiology menjelaskan bagaimana sistem kekebalan tubuh memperbaiki dirinya sendiri selama tidur. Para peneliti menemukan bahwa selama tidur, beberapa subkelompok sel T berkurang oleh aliran darah, sehingga risiko infeksi rendah. Sel T adalah jenis sel darah putih dan merupakan dasar dari sistem kekebalan tubuh manusia.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed