oleh

Mengenal Jenis Penyakit Kronis Degeneratif Lansia

-Kesehatan-15 views

Kompaspagi.com – Seiring pertambahan usia, sebaiknya makin waspada dengan penyakit degeneratif. Penyakit kronis degeneratif lansia berhubungan dengan kondisi organ atau jaringan yang terus menurun seiring waktu.
Penyakit umum dialami mereka yang sudah berusia lanjut meski tidak menutup kemungkinan dialami orang berusia muda. Selain pertambahan usia, faktor risiko penyakit degeneratif kronis antara lain gaya hidup, keluarga dengan riwayat penyakit serupa dan genetik.

Bahkan menurut sejumlah studi, beberapa penyakit degeneratif kronis jadi faktor risiko kematian pada pasien Covid-19. Berikut beberapa jenis penyakit kronis degeneratif yang perlu Anda waspadai.

1. Penyakit jantung
Dari namanya, penyakit jantung mengacu pada beberapa jenis gangguan kondisi jantung. Kondisi ini antara lain, penyakit jantung kongenital (kelainan jantung sejak lahir), aritmia (irama jantung tidak teratur), penyakit arteri koroner, gagal jantung dan myocardial infarction atau lebih dikenal dengan sebutan serangan jantung.

Melansir dari Medical News Today, gejala penyakit jantung tergantung dari kondisi pasien. Namun umumnya pasien mengalami nyeri dada, sesak napas dan jantung berdebar.

Serangan jantung termasuk dalam kategori ‘silent killer’ memiliki gejala mirip dengan gangguan pencernaan mulai dari mulas, mual, muntah, rasa berat di dada kemudian rasa sakit yang menjalar di seluruh tubuh.

Sementara itu CDC menyebut beberapa kondisi penyakit jantung bisa meningkatkan risiko keparahan dari infeksi Covid-19. Kondisi tersebut yakni, gagal jantung, penyakit arteri koroner, penyakit jantung bawaan, kardiomiopati (cardiomyopathies) dan hipertensi paru (pulmonary hypertension).

2. Diabetes tipe 2
Diabetes tipe 2 merupakan penyakit degeneratif kronis yang kerap ditemui pada lansia. Hanya saja, gaya hidup tak sehat memungkinkan penyakit ini dialami oleh kalangan muda. Saat kadar gula dalam darah tinggi, organ-organ tubuh akan terkena imbas. Kondisi ini disebut komplikasi seperti pada saraf, ginjal, jantung, hati dan mata.

Seperti halnya penyakit jantung, diabetes tipe 2 juga bisa meningkatkan risiko keparahan infeksi virus corona. Dari sebuah riset yang dilakukan ahli kesehatan dari China-Japan Friendship Hospital dan Capital Medical University, kematian pada kasus-kasus awal Covid-19 terjadi pada pasien dengan penyakit penyerta yakni penyakit diabetes dan penyakit jantung koroner.

Oleh karena itu, mereka yang memiliki diabetes selalu mengawasi kadar gula darah agar jumlahnya terkontrol dan memastikan memiliki suplai obat diabetes atau insulin cukup.

3. Hipertensi
Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan kondisi tekanan darah yang selalu menunjukkan angka di atas 140/90 mmHg. Tekanan darah di sini berarti kekuatan aliran darah dari jantung ke pembuluh darah. Kekuatan tekanan sangat bergantung pada aktivitas dan daya tahan pembuluh darah. Dalam kondisi normal, tekanan darah manusia berada di angka 120/80 mmHg.

Hipertensi termasuk penyakit kronis degeneratif yang perlu perhatian serius seumur hidup pasien. Konsumsi obat tidak bertujuan membuat pasien sembuh dari hipertensi tetapi menjaga stabilitas tekanan darah. Selama pandemi, sangat dianjurkan untuk jaga kondisi sebab melansir dari WebMD, orang dengan hipertensi rentan infeksi Covid-19, memiliki gejala lebih buruk dan risiko kematian tinggi.

Di China dan Italia, di mana awal wabah terjadi, menunjukkan risiko infeksi dan komplikasi banyak terjadi pada pasien dengan hipertensi. Mengapa bisa demikian?

Orang dengan hipertensi dan kondisi kesehatan lain sangat berisiko karena kekebalan tubuh lebih rendah daripada yang tidak memiliki penyakit penyerta. Terlebih mereka yang memiliki penyakit jangka panjang seperti penyakit kronis dan pertambahan usia membuat sistem imun melemah.

4. Osteoporosis
Penyakit kronis degeneratif juga bisa mempengaruhi tulang atau disebut osteoporosis. Osteoporosis mengakibatkan tulang lemah dan gampang rapuh karena produksi sel-sel tulang baru tidak bisa mengimbangi kerusakan jaringan tulang.

Di tahap awal, penyakit biasanya tidak menimbulkan gejala. Melansir dari Mayo Clinic, pada tahap berikutnya saat tulang melemah, orang bisa mengalami sakit punggung, kehilangan berat badan, postur tubuh makin bungkuk dan tulang mudah patah.

Sebagai pencegahan, sebaiknya Anda memastikan kecukupan asupan protein sebagai zat pembangun tulang, kalsium, dan vitamin D, kemudian menjaga berat badan karena kekurangan berat badan bisa meningkatkan risiko tulang keropos dan patah juga rutin olahraga.

5. Kanker
Kanker hingga kini masih jadi momok dunia kesehatan. Kanker terjadi karena pertumbuhan sel abnormal dan tidak terkendali sehingga jaringan tubuh yang sehat mengalami kerusakan.

Ada banyak faktor yang memicu abnormalitas sel tubuh antara lain, kebiasaan merokok, virus, bahan-bahan bersifat karsinogen, hormon, inflamasi juga obesitas.

Beberapa upaya menghindari penyakit kronis degeneratif ini termasuk melakukan gaya hidup sehat seperti pola makan dengan nutrisi seimbang, olahraga, istirahat cukup dan menghindari rokok.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed