oleh

Memeluk Pasangan Saat Tidur Akan Lebih Nyenyak

Kompaspagi.com – Apakah Anda menginginkan kualitas tidur yang lebih baik? Tidur dengan pasangan sambil berpelukan bisa membantu Anda tidur lebih nyenyak.

Sebuah studi baru-baru ini menemukan bahwa pasangan yang tidur bersama memiliki kualitas tidur yang lebih baik, terutama dalam fase gerakan mata cepat (REM).

REM adalah salah satu tahapan penting dari proses tidur umum. REM diperlukan bagi tubuh untuk mengkonsolidasikan ingatan, mengatur emosi dan menyelesaikan masalah. REM juga merupakan alasan di balik munculnya mimpi tidur.

Studi yang diterbitkan dalam jurnal Frontiers di Psychiatry, menemukan bahwa pasangan memiliki periode REM yang tidak terganggu saat tidur bersama. Tidak seperti tidur sendirian, rata-rata mengalami fase REM yang terganggu.

Pasangan yang tidur bersama juga menyinkronkan pola tidur mereka. Peneliti percaya ini adalah tanda kepuasan dan kedalaman hubungan.

Para peneliti juga menemukan bahwa semakin besar pentingnya hubungan dalam hidup mereka, semakin kuat sinkronisasi tidur dengan pasangan.

Studi ini dilakukan pada puluhan pasangan muda yang sehat. Di lab tidur, proses tidur remaja pasangan dipantau selama empat malam, baik saat tidur sendirian atau bersama pasangan.

Pasangan yang tidur bersama telah meningkatkan gerakan anggota tubuh. Namun, ini tidak mempengaruhi kualitas tidur.

“Tubuh Anda akan terlihat sedikit aneh ketika Anda tidur dengan seseorang, tetapi tidak dengan otak Anda,” kata penulis studi dan psikiater Henning Johannes Drews.

Namun, jumlah peserta dalam penelitian ini masih relatif kecil. Dibutuhkan lebih banyak penelitian untuk mendukung hipotesis ini.

“Tidur dengan pasangan bisa memberi Anda dorongan tambahan terkait kesehatan mental, memori, dan keterampilan memecahkan masalah yang kreatif,” kata Drews.

Proses suspensi diketahui memiliki empat tahap berbeda. REM umumnya muncul pada fase ketiga dan keempat dari tidur, sebagai fase tidur yang paling dalam.

Fase REM umumnya dimulai sekitar 90 menit setelah tertidur. Ini adalah waktu bagi tubuh dan otak untuk mempertahankan ingatan, mengatur suasana hati dan mimpi.

Kualitas tidur menyebabkan seseorang mengalami beberapa tahapan REM yang menghabiskan sekitar 25 persen dari total waktu tidur.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed