oleh

Masjid di Paris yang Selamatkan Yahudi dari Kejamnya Nazi

Kompaspagi.com – Grande Mosquée de Paris (Grand Mosque of Paris/Masjid Agung Paris) merupakan masjid terbesar di Prancis. Tak hanya ruang untuk salat, di sini juga ada perpustakaan kecil, kafe, dan taman yang indah.

Masjid Agung Paris merupakan karya arsitektur dari Maurice Tranchant de Lunel. Dibangun sejak tahun 1922, masjid ini dibuka pada tahun 1926.

Pembangunan masjid juga menandai semakin banyaknya pemeluk Islam di Prancis, terutama setelah Prancis menaklukkan Afrika pada tahun 1830.

Pada tahun 1940, ketika Perancis menyerah kepada Nazi Jerman, sejumlah saksi mata mengatakan bahwa Masjid Agung Paris menyelamatkan beberapa pemeluk Yahudi dari penganiayaan dan deportasi.

Imam masjid saat itu, Si Kaddour Ben Ghabrit menawarkan sertifikat identitas Muslim kepada sebagian besar pemeluk Yahudi Sephardic dari Afrika Utara sehingga mereka bisa lolos dari penangkapan.

Kisah yang melibatkan penyanyi Yahudi Aljazair, Salim Halali, itu diabadikan dalam film ‘Free Men’ yang dirilis pada tahun 2011.

Inspirasi flora

Gaya arsitektur masjid ini terinspirasi oleh Masjid Al-Karoiune di Maroko dan Masjid Al-Zaytuna di Tunisia.

Motif bunga menjadi pemandangan utama dalam eksterior dan interior Masjid Agung Paris.

Seluas 7.500 meter persegi, di dalam kompleks masjid juga ada taman indah seluas 3.500 meter persegi.

Masjid Agung Paris yang merupakan masjid ke-tiga terbesar di Eropa bisa menampung hingga 1.000 jemaah.

Setelah berkeliling masjid, jangan lupa mampir ke restoran Aux Portes de l’Orient yang menyajikan masakan khas Timur Tengah seperti ragam teh, tagine, dan couscous.

Di dekat restoran juga ada area pemandian Turki khusus untuk wanita dan toko kerajinan tradisional Arab.

Di tengah modernisasi Paris, masjid ini tetap berdiri dengan kokoh di antara hiruk pikuk Latin Quarter, Jardin des Plantes, dan Institut de Monde Arabe.

Sebelum pandemi virus corona melanda dunia, masjid ini rutin menggelar sesi salat lima waktu dan kegiatan ibadah lainnya.

Turis juga bisa dipersilakan untuk berkunjung setiap hari – kecuali hari Jumat, namun jangan lupa menjaga sopan santun dan mengenakan pakaian tertutup.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed