oleh

Korea selatan Ungkap Metode Untuk Melawan Virus Corona

Kompaspagi.com – Korea Selatan telah mengungkapkan strateginya dalam mengatasi pandemi virus corona (Covid-19), setelah berhasil mengatasi lonjakan penyebaran dan menekan tingkat penularan ke nol kasus baru dalam beberapa kali belakangan ini.

Perwakilan dari Yayasan Korea untuk Diplomasi Kesehatan, dr. Youngmee Jee mengatakan Korea Selatan mulai mempersiapkan langkah-langkah untuk mengelola dan menghitung kebutuhan logistik negara itu dalam mengelola penyebaran mahkota pada awal Januari 2020. Mereka mengkonfirmasi kasus pertama virus korona pada 20 Januari .

Dalam webinar yang diprakarsai oleh Pusat Studi Strategis dan Internasional (CSIS) Indonesia, Jee mengatakan bahwa pemerintah Korea Selatan membentuk komisi darurat pusat terkait dengan Corona sekitar 3 Januari.

Tiga hari setelah pelatihannya, Jee mengatakan, komisi segera mulai melacak pasien dengan penyakit pernapasan yang merupakan salah satu gejala mahkota dan memiliki riwayat perjalanan dari Tiongkok.

“Semuanya dilakukan sebelum Korea Selatan mengkonfirmasi kasus pertama korona. Respons yang tepat waktu dan tepat waktu adalah kunci untuk mengendalikan,” kata Jee, Kamis (7/5/2020).

Sejak kasus mahkota pertama dikonfirmasi, Jee mengatakan bahwa pemerintah Presiden Moon Jae-in telah segera menetapkan zona khusus untuk setiap wilayah gugus penularan korona seperti Kota Daegu.

Pemerintah Korea Selatan, jelasnya, juga segera menerapkan kebijakan inspeksi mahkota massal, terutama di daerah-daerah khusus di daerah itu. Pemerintah bekerja dengan perusahaan swasta dan karenanya mempercepat persiapan peralatan ujian Covid-19 dan perangkat medis pendukung lainnya.

Tidak hanya itu, Korea Selatan bahkan telah memelopori pos pemeriksaan, sehingga memudahkan warga untuk melakukan tes korona dengan cara yang lebih aman.

Jee mengatakan Korea Selatan juga memperluas posisi laboratorium inspeksi swasta dan pemerintah untuk dapat menguji 30-40.000 sampel per hari.

“Pada 5 Mei, pemerintah Korea Selatan telah melakukan pemeriksaan mahkota lebih dari 640.000 orang. Pemeriksaan massal sangat berguna bagi pemerintah yang harus diisolasi atau dikarantina. Ini termasuk pasien dengan korona positif yang bebas gejala,” Jee berkata.

Setelah melaksanakan inspeksi massal, Korea Selatan juga memperkuat sistem lokasi bagi orang-orang yang dicurigai terinfeksi korona. Jee mengatakan pemerintah Korea Selatan memanfaatkan teknologi aplikasi dan sistem GPS sehingga mudah untuk melacak pergerakan orang, terutama pelaku dalam kebijakan karantina.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed