oleh

Hal-hal ‘Ajaib’ yang Dilakukan Orang ketika Bosan di Rumah

Sudah berapa lama Anda melakukan work from home karena pandemi corona? Apakah Anda sudah merasa bosan atau justru malah menikmatinya?

Tak dimungkiri beberapa orang merasa cukup bosan berada di rumah selama masa karantina virus corona ini. Kebosanan di rumah ini membuat orang-orang melakukan hal-hal ‘halu,’ ajaib, atau yang mungkin tak terpikirkan sebelumnya.

Beberapa waktu lalu, seorang pelajar Vietnam memilih untuk memisahkan, menghitung, dan menimbang berat satu biji buah naga. Namun apa yang orang-orang lakukan ketika mereka di rumah dan merasa bosan?

“Bikin playlist lagu-lagu bertema akhir zaman.” – Timothy, seorang karyawan swasta merasakan situasi bosan karena sudah lebih dari sebulan menjalankan WFH.

“Sunbathing pakai baju renang sama kacamata hitam (biar berasa di Bali), di teras atas berdua anak sambil minum es teh manis,” – Maria, karyawan swasta dan ibu satu anak yang sudah 3 minggu WFH.

“Main masak-masakan terus biar disayang suami. Tapi.. eh lupa belum punya suami,” Innes, seorang sekretaris yang sudah WFH selama sebulan lebih.

“Nyuci pakai tangan, peras sampai tangan pegal gegara takut ke laundry room,” – Uno, WNI yang tinggal di Wina, Austria.

“Dengerin live streaming DJ dari channel youtube boiler room, buka minuman, dandan pake baju dugem. Kangen banget pake sepatu, kayaknya sepatu gw uda ngira kalo gw meninggal deh saking lama ga dipake hahaha,” Ardita, karyawan yang sudah WFH 4 minggu dan seorang anak kos.

“Jadi lebih sering ngajak ngobrol dua anak kucing yang gua selametin waktu banjir kemaren. biasanya cuma ngasih makan doang karena sibuk ngantor, sekarang lebih sering ngobrol dari hati ke hati,” – Jimi, karyawan swasta.

“Pertanyaan sulit, gua udah WFH dari 2006 dan enggak tahu mana hal halu dan nyata lagi,” – Ze, karyawan di Jakarta.

“Mandiin burung peliharaan tengah malam,” – Surya, karyawan swasta.

“Ngelap perabotan di kos sampai kinclong padahal enggak kotor,” – Vetri, karyawan swasta.

“Beli es batu palsu di online shop,” – Yani, karyawan swasta.

“Nulis jumlah tagihan, misahin celengan kertas dan uang logam,” Iman, karyawan swasta di Cengkareng.

“Lupa hari. Saking seminggu 2 kalinya kekantor. Hari pas masuknya pake seragam. Udah di jalan putar balik buat ganti baju biasa,” – Farid, karyawan di Kebon Jeruk.

“Buka whatsapp di laptop padahal hp dipegang juga,” Dewo, karyawan.

Bagaimana dengan Anda?

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed