oleh

Hakim Wafat dan Satu PNS Positif Corona, PN Surabaya Ditutup

Kompaspagi.com – Pengadilan Negara (PN) Surabaya bakal tutup sementara selama dua pekan setelah ada seorang hakim dan seorang juru sita wafat mendadak.

Selain itu juga lantaran terkonfirmasinya seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang positif terinfeksi virus corona (Covid-19) .

Penutupan PN Surabaya sendiri bakal berlangsung mulai Senin 15 Juni hingga 26 Juni 2020. Juru bicara PN Surabaya Martin Ginting mengatakan kebijakan tersebut dituangkan dalam Surat Keputusan (SK) Ketua PN Surabaya.

“Kebijakan ini diambil untuk memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19 yang sudah masuk ke kalangan ASN di PN Surabaya. Selain dinyatakan satu ASN positif Covid-19, beberapa hari lalu juga ada seorang hakim dan juru sita meninggal dunia secara mendadak,” ujar Ginting, Minggu (14/6).

Namun, kata Ginting, nantinya PN Surabaya bakal menggelar beberapa sidang pidana yang jadwalnya sudah tidak bisa diundur lagi. Alasannya karena masa penahanan para terdakwa yang hampir habis dan tidak bisa diperpanjang lagi.

Ginting memastikan sidang-sidang itu nantinya akan digelar dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Pengadilan akan ditutup buat pengunjung, bahkan jurnalis yang melakukan peliputan pun akan dibatasi.

“Kita terpaksa tetap gelar sidang tersebut dengan protokoler dan aturan yang ketat. Tidak ada pengunjung yang boleh masuk area pengadilan dan peliputan jurnalistik juga kita batasi untuk beberapa wartawan saja,” ujarnya.

Terkait pelayanan, PN tetap membukanya meski secara terbatas. Misalnya pendaftaran perkara perdata bisa dilakukan secara online (e-court), Ginting memastikan sistem tersebut tetap berjalan dan bisa dimanfaatkan.

Lebih lanjut, Ginting juga meminta agar Pemkot Surabaya maupun Pemprov Jatim agar proaktif melakukan deteksi dini pencegahan Covid-19, di kalangan para ASN yang sehari harinya melayani masyarakat , dengan cara menggelar tes massal.

Untuk diketahui seorang hakim di PN Surabaya yakni EAS meninggal mendadak. Ia wafat usai sempat mengalami gagal nafas dan kejang, pada Jumat (12/6). Namun belum diketahui apa penyebab pasti meninggalnya EAS.

Sehari sebelumnya, PN Surabaya juga berduka atas kematian seorang juru sita berinisial S. Penyebab kematian S juga belum diketahui secara pasti.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed