oleh

Efek Buruk Sering Berbuka Puasa Dengan Gorengan

Kompaspagi.com – Makanan yang digoreng sering menjadi menu istirahat cepat bagi sebagian orang. Selain enak dan enak, gorengan juga mudah didapat. Arini Astasari Widodo, menjelaskan spesialis kulit dan seks Rini Abdi Waluyo, dalam makanan gorengan ada banyak komponen yang dapat berdampak pada kulit, antara lain karena:

1.Proses penggorengan meningkatkan AGE molekul (produk glikasi akhir canggih) yang menyebabkan kerusakan kolagen dan elastin, sehingga memicu penuaan kulit. Proses ini juga membutuhkan suhu tinggi, sehingga meningkatkan jumlah lemak trans dan membuat vitamin dalam makanan rusak, termasuk vitamin yang bermanfaat bagi kulit. “Selain itu, proses penggorengan meningkatkan senyawa kimia yang disebut akrilamida. Akrilamida dapat meningkatkan risiko kanker,” kata Arini dalam sesi media, Sabtu (9/5/2020).

2.Penyerapan lemak jenuh dan lemak trans yang dikonsumsi dalam jumlah besar dapat meningkatkan respon inflamasi, bahkan pada kulit. Hasilnya adalah kulit menjadi lebih sensitif terhadap peradangan. Ini harus diperhatikan terutama oleh orang-orang dengan kulit sensitif, eksim atau bakat autoimun.

3.Kalori tinggi dapat berdampak negatif pada kulit dan memicu sejumlah masalah kesehatan, seperti diabetes, obesitas, penyakit jantung, dan gangguan metabolisme lainnya.

4.Tinggi natrium dan indeks glikemik Bahan makanan yang digoreng kaya akan garam (natrium) dan MSG. Keduanya dapat menarik air, sehingga makanan kaya sodium seperti gorengan dapat memicu retensi air dalam tubuh. “Wajahnya mungkin terlihat” bengkak, “sehingga cenderung terlihat segar,” kata konsultan medis Dermalogia Clinic.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed