oleh

Dubai Mengizinkan Warga Berkumpul Saat Bulan Ramadhan

Kompaspagi.com – Pemerintah kota Dubai di Uni Emirat Arab memungkinkan warganya untuk meninggalkan rumah mereka untuk mengunjungi keluarga mereka dan berkumpul selama bulan Ramadhan di tengah pandemi virus mahkota. Namun, aturan pengumpulan tidak boleh melebihi 10 orang.

Otorisasi itu terkandung dalam pedoman baru tentang pencegahan penyebaran Covid-19 yang dikeluarkan pada hari Rabu oleh Departemen Pengembangan Ekonomi kota Dubai (DED) (22/4).

“Kunjungan keluarga dan kegiatan di luar ruangan dapat dilakukan sesuai dengan parameter yang ditetapkan,” kata dokumen yang dikutip oleh Al Arabiya, Sabtu (25/4/2020).

Meski begitu, dokumen itu menegaskan bahwa menjaga jarak atau jarak sosial masih ada, meskipun pemerintah telah mengizinkan tidak lebih dari 10 orang untuk berkumpul.

“Kontak fisik seperti berjabatan tangan, berpelukan, dll. Masih dilarang.”

Pemerintah Dubai juga bersikeras bahwa sholat jamaah dilarang. Hanya anggota keluarga yang berada di rumah yang sama yang dapat beribadah bersama.

Kegiatan bersama atau puasa juga dilarang meskipun anggota keluarga besar dan kerabat dekat tidak tinggal di rumah yang sama.

Aturan baru ini menandai pelonggaran kebijakan blokade dan pembatasan gerakan yang telah dilaksanakan oleh pemerintah Dubai dalam beberapa waktu terakhir selama 24 jam sehari.

Aturan pemblokiran sebelumnya hanya mengizinkan warga Dubai meninggalkan rumah mereka untuk keadaan darurat, untuk membeli kebutuhan pokok, obat-obatan dan pekerjaan tertentu.

Dengan kebijakan baru ini, penduduk Dubai dapat meninggalkan rumah untuk kegiatan terbatas seperti bersepeda, berjalan, dan jogging. Meski begitu, setiap warga yang meninggalkan rumah harus mengenakan topeng dan membawa pembersih tangan.

Hingga saat ini, Uni Emirat Arab telah mencatat 8.756 pasien dengan kasus mahkota dengan rekor 56 kematian.

Sejumlah negara Muslim menghadapi dilema dalam melaksanakan Ramadhan tahun ini yang terjadi di tengah pandemi.

Beberapa negara seperti Arab Saudi bahkan melarang kegiatan ibadah di masjid selama bulan Ramadhan. Dua masjid suci, Masjid Haram, Mekah dan Masjid Nabawi, Madinah, telah ditutup sementara untuk mencegah gelombang penularan virus korona.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed