oleh

Di Amerika Polisi Banyak Membekuk Para Pendemo Karantina

Kompaspagi.com – Polisi di Sacramento, California, di Amerika Serikat, menangkap 32 pengunjuk rasa yang menentang kebijakan tinggal di rumah sebagai upaya untuk mencegah penularan virus mahkota (Covid-19).

California Traffic Patrol Cluster mengatakan lebih dari 500 orang melakukan protes di pusat kota Sacramento menolak pesanan dari Gubernur California Gavin Newsom untuk tetap di rumah pada Minggu  (3/5/2020).

Polisi mengatakan sebagian besar kerumunan berkerumun tanpa mengenakan topeng dan menjaga jarak.

“Pada satu titik para demonstran bergandengan tangan. Dengan melakukan itu, mereka membahayakan kesehatan dan keselamatan diri mereka sendiri, petugas dan warga negara lainnya di tengah-tengah pandemi Covid-19 saat ini,” katanya. pernyataan gugus tugas.

Demonstrasi itu terjadi di tengah kebencian sebagian besar warga California dengan kebijakan pembatasan gerakan untuk mencegah transmisi Covid-19 yang telah terjadi di Amerika Serikat dalam beberapa pekan terakhir.

Amerika Serikat memiliki kasus dan kematian terbanyak per mahkota di dunia. Berdasarkan statistik Worldometer per Senin (4/5/2020), Amerika Serikat mencatat 3.483.347 Covid-19 kasus dengan 67.444 kematian.

Beberapa warga California dikatakan bosan dengan perintah untuk tinggal di rumah yang telah menyebabkan jutaan penganggur di Amerika Serikat

Selain California, protes serupa juga muncul di sejumlah negara bagian A.S. lainnya, memicu beberapa daerah untuk melonggarkan kebijakan pembatasan gerakan.

Meski begitu, Gubernur Newsom mengatakan bahwa California akan tetap menerapkan kebijakan pembatasan gerakan tanpa batas.

“Kita semua tidak sabar. Tetapi kita benar-benar harus mempertimbangkan bagaimana kita dapat membuka kembali perekonomian ini,” kata Newsom.

Newsom mencatat bahwa California masih menemukan kasus Covid-19 meskipun tren penularannya terus menurun. Sejauh ini, negara telah mendaftarkan lebih dari 50.000 kasus mahkota dengan 2.000 kematian.

Demonstrasi menentang kebijakan pembatasan gerakan juga terjadi di North Carolina. Sekitar 200 orang berkumpul di Raleigh pusat untuk memprotes kebijakan blokade Selasa pekan ini.

Para pengunjuk rasa menyerukan pencabutan perintah tinggal yang dikeluarkan oleh Gubernur Roy Cooper. Rencana untuk memblokir area ini berlaku hingga 8 Mei.

Tidak lama kemudian, pemimpin kelompok anti-kuncian di wilayah itu, Audrey Whitlock, akan terinfeksi virus korona dan harus dikarantina.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed