oleh

China Merespons Tuduhan Trump Pembunuhan Massal Corona

Kompaspagi.com – Pemerintah Cina telah membantah tuduhan oleh Presiden AS Donald Trump menyalahkan negara itu di tirai bambu untuk pandemi virus korona yang ia sebut “pembunuhan massal di seluruh dunia”.

Tuduhan ini sebelumnya telah diposting oleh Trump di akun Twitter, Trump menyebut istilah “gila di Cina” yang merupakan retorika terbaru Gedung Putih untuk Cina.

“Ini ketidakmampuan China. Tidak ada orang lain yang melakukan” pembantaian “di seluruh dunia,” katanya.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Zhao Lijian pada konferensi pers membenarkan bahwa pemerintah Tiongkok terus menyajikan kebenaran dan berusaha melakukan yang terbaik untuk melindungi kesehatan rakyatnya.

“Kami terus mengatakan yang sebenarnya, menyajikan kebenaran dan berbicara dengan bijaksana, melakukan yang terbaik untuk melindungi kehidupan dan kesehatan masyarakat,” kata Zao, Jumat, (22/05/2020).

Dalam pernyataannya, Zao menegaskan kembali sikap China yang selalu terbuka, transparan dan bertanggung jawab dalam perang melawan pandemi.

Dia menambahkan, pemerintah telah melakukan yang terbaik mencoba membuka kerjasama internasional untuk memerangi Corona.

Ketegangan antara pemerintah AS dan China diketahui terus meningkat sejak wabah virus korona pertama kali muncul di pusat Wuhan dan memengaruhi kondisi ekonomi global.

Sejak itu, Trump selalu menuduh Beijing, ibu kota Cina, meliput wabah mahkota sejak awal sehingga membuatnya kalah dalam pemilihan presiden yang akan diadakan November mendatang. Tetapi ini telah ditolak dengan tegas oleh Cina.

China juga dilanda api sebagai negara pertama yang menghadapi pandemi. Virus ini telah menyebabkan lebih dari 325.000 korban di seluruh dunia.

Ketika virus mulai menyebar ke sejumlah negara di seluruh dunia, beberapa pemerintah termasuk Amerika Serikat dan Australia meminta penyelidikan tentang asal usul virus korona.

Trump bahkan mengaku memiliki bukti di sakunya bahwa virus korona berasal dari kebocoran laboratorium di Wuhan, Cina.

China juga mengaku mendukung penilaian komprehensif yang akan dilakukan setelah pandemi dapat dikendalikan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed