oleh

Cara Mengatasi Efek Samping Vaksinasi

Kompaspagi.com – Vaksinasi merupakan bentuk pencegahan paling efektif dan efisien dari suatu penyakit. Pemberian vaksinasi seringkali disertai efek samping yang sebenarnya dapat diatasi dengan cara sederhana.
Tak perlu panik saat muncul efek samping usai vaksinasi.

Vaksinasi adalah pencegahan utama dari suatu penyakit yang dilakukan dengan cara memasukkan benda asing berupa antigen atau komponen virus yang dilemahkan dengan tujuan memicu pembentukan kekebalan tubuh terhadap antigen tersebut.

Benda asing yang masuk ke dalam tubuh kerap menimbulkan reaksi yang dikenal sebagai efek samping. Efek samping adalah tanda paling umum bahwa tubuh mulai membangun kekebalan atau perlindungan terhadap penyakit tersebut.

“Ada beberapa efek samping yang dapat ditemui setelah vaksinasi, tergantung jenis vaksinnya. Beberapa yang terkadang ditemui adalah demam (misalnya setelah vaksin DPT atau PCV) atau ruam kulit (misalnya setelah vaksin campak),” kata dokter spesialis anak Caessar Pronocitro kepada CNNIndonesia.com usai webinar RSPI, Rabu (2/7).

Efek samping vaksinasi yang muncul umumnya merupakan gejala ringan seperti:
– Nyeri, bengkak, atau kemerahan di lokasi suntikan
– Demam ringan
– Panas dingin
– Merasa lelah
– Sakit kepala
– Nyeri otot dan sendi.

Efek samping tersebut biasanya akan menghilang dengan sendirinya karena tubuh mulai membentuk kekebalan. Sedangkan efek samping yang serius sangat jarang terjadi.

“Namun, kemungkinan munculnya efek samping dari vaksinasi tersebut tidak besar, tidak berbahaya, dan akan menghilang dengan sendirinya,” ucap Caessar yang praktik di RSPI Bintaro Jaya

Beberapa langkah juga dapat dilakukan orang tua atau pengasuh ketika efek samping muncul setelah vaksinasi pada anak.

Berikut cara mengatasi efek samping vaksinasi.
1. Pantau suhu tubuh anak

Pantau suhu tubuh anak dengan melakukan pengecekan secara berkala dengan termometer.

2. Obat penurun panas

Anak juga bisa diberikan obat penurun panas dengan berkonsultasi dengan dokter apabila suhu anak tetap tinggi.

3. Memberikan banyak cairan

Orang tua harus memberikan banyak cairan pada anak, baik berupa air putih atau ASI bagi yang masih menyusui.

Jika efek samping tak kunjung mereda dalam beberapa hari, segera konsultasikan dengan dokter.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed