oleh

Bayi Yang Berusia 4 Bulan Di Sumsel Positif Corona

Kompaspagi.com – Seorang bocah lelaki berusia empat bulan di Sumatra selatan dinyatakan positif terkena virus mahkota. Gadis empat bulan itu berasal dari Muara Enim.

Juru bicara Satuan Tugas mengenai koordinasi Sum ke-19 Zen Ahmad mengatakan bahwa gejala yang ditimbulkan oleh gadis itu adalah pneumonia berat. Setelah dibawa ke rumah sakit dan diperiksa dengan tes usap, anak itu positif.

“Awalnya, radang paru-paru parah ketika saya dirawat di rumah sakit, kami penyeka yang ternyata positif. Mereka yang berhubungan dekat dengan bayi mengambil semua penyeka, bukan hanya ibunya,” kata Zen pada hari Minggu. (19/4/2020).

Hingga saat ini, anak tersebut adalah satu dari 30 kasus positif baru di Sumatra selatan. Secara total ada 84 orang di Sumatra selatan yang dinyatakan positif Covid-19.

Kepala bagian pengawasan dan imunisasi layanan kesehatan Sumatra Selatan Yusri mengatakan bahwa, dari 30 kasus baru, 22 adalah penduduk Palembang, satu tinggal di Banyuasin, seorang penduduk Ogan Ilir, tiga penduduk Ogan Komering Ulu, seorang Prabumulih , satu oleh Ogan Komering Ilir dan satu oleh Muara Enim.

Selain Prabumulih dan Palembang, saat ini tidak ada daerah lain di Sumatera selatan yang ditetapkan sebagai zona merah. Meskipun ada tiga pasien positif dengan status penularan lokal di Ogan Komering Ulu, mereka telah terpapar dengan pasien positif sebelumnya di Palembang.

“Dari 30 kasus baru, ada tiga kasus impor yang tidak diketahui atau transmisi lokal. Yaitu, gadis berusia empat bulan dari Muara Enim, wanita (67) dari Prabumulih dan pria (30) dari Banyuasin,” kata Yusri.

Selain bayi berusia empat bulan, CEO Bank Babel dari Sumatra Selatan (BSB) Ahmad Syamsudin dan istrinya juga dinyatakan memiliki mahkota positif.

Ofiandi, direktur operasi BSB, mengkonfirmasi hal ini. Ahmad dan istrinya Wina Ramadina positif setelah bepergian ke Jakarta.

“Sejak Covid-19 menyebar, BSB telah secara efektif menerapkan SOP, karyawan yang pergi ke zona penyebaran merah tidak diizinkan memasuki kantor dan harus bekerja dari rumah selama 14 hari setelah keberangkatan,” katanya.

“Jadi CEO tidak pergi ke kantor dan memimpin rapat harian melalui konferensi video,” kata Ofiandi.

Meski tidak menemukan gejala, Ofiandi mengungkapkan, Ahmad dan istrinya datang ke rumah sakit Siloam Palembang untuk menjalani tes swab. Ahmad dan istrinya dikonfirmasi secara positif oleh Covid-19.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed