oleh

Australia Memeriksa Serangan Polisi AS Ke Jurnalis

Kompaspagi.com – Pemerintah Australia mengatakan sedang menyelidiki serangan terhadap dua jurnalis negara kanguru ketika berhadapan dengan aksi solidaritas kematian seorang warga kulit hitam, George Floyd, di Gedung Putih, Washington DC, oleh seorang anggota kepolisian AS. Amerika Serikat.

Menteri Luar Negeri Australia Marise Payne mengatakan pemerintahnya juga mengirimkan keluhan resmi tentang insiden yang menimpa kedua warga tersebut.

“Kami meminta kedutaan Australia di Washington DC untuk menyelidiki insiden ini,” kata Payne kepada wartawan di Canberra, Rabu (03/06/2020).

“Saya ingin meminta saran dan informasi tentang bagaimana kami dapat menyampaikan keprihatinan kami yang kuat tentang otoritas yang bertanggung jawab di Washington.

Penyelidikan dilakukan oleh Australia setelah dua wartawan dari stasiun televisi  yang berafiliasi dengan mengalami kekerasan polisi saat menangani demonstrasi di Gedung Putih akhir pekan lalu.

Bahwa kedua wartawan Australia itu didorong, dipukuli, dan dipukuli saat melakukan siaran langsung di televisi.

Sejumlah kru media mengalami serangan, beberapa bahkan ditangkap saat meliput demonstrasi anti-rasial.

Beberapa insiden kekerasan terhadap awak media saat demonstrasi terjadi sejak pekan lalu. Seorang anggota kru stasiun televisi menjadi sasaran salah satu penangkapan polisi Minneapolis selama demonstrasi.

Bahkan situasi yang lebih mengerikan dialami oleh kru media lain saat melayani di Minneapolis, Denver, Phoenix dan Las Vegas. Fotografer dan penulis Linda Tirado mengatakan mata kirinya buta dari tembakan close-up peluru karet yang ditembakkan oleh polisi.

Awak stasiun televisi melaporkan pemukulan kecelakaan dengan bola cat dan gas air mata.

Di Las Vegas, dua jurnalis foto benar-benar ditangkap ketika meliput protes. Fotografer Bridget Bennett mengatakan dia ditangkap bersama dengan jurnalis foto lainnya. Tapi kemudian dia dibebaskan pada Sabtu pagi.

Tidak hanya oleh polisi, beberapa wartawan juga telah diserang oleh pengunjuk rasa. Ian Smith, jurnalis foto untuk stasiun TV, mengatakan dia diserang oleh demonstran di pusat kota saat meliput demonstrasi pada Sabtu pagi.

Selain itu, wartawan dari stasiun TV menjadi sasaran protes keras. Jurnalis Julie Dolan mengatakan dalam tweetnya bahwa kendaraan dihancurkan dan jurnalis video mereka diserang dan harus dilarikan ke ruang gawat darurat.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed