oleh

ASEAN Sepakat Rencana Anggaran 10% Untuk Tangani Corona

Kompaspagi.com – Sepuluh negara anggota ASEAN, termasuk Indonesia, telah setuju untuk mentransfer 10% dari anggaran kerja sama organisasi yang akan digunakan untuk mengelola keadaan darurat penyebaran virus korona (Covid-19) di wilayah tersebut.

Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi mengatakan hal itu disetujui oleh 10 negara anggota pada KTT ASEAN, khususnya Covid-19, secara praktis pada hari Rabu (15/4/2020).

Retno mengatakan proposal untuk memindahkan dana kembali dibahas pada KTT ASEAN + 3 dengan Cina, Korea Selatan dan Jepang, sebagaimana dinyatakan dalam pernyataan bersama oleh semua anggota setelah pertemuan.

“Negara-negara anggota ASEAN + 3 telah sepakat untuk memastikan ketersediaan dana untuk memerangi pandemi, termasuk melalui ASEAN Covid-19, merespons dana tersebut,” kata Retno dalam konferensi pers virtual setelah menemani Presiden Joko Widodo di atas.

Retno mengatakan bahwa ASEAN Covid-19 menjawab bahwa dana tersebut berasal dari alokasi 10 persen dari total anggaran kerja sama ASEAN dengan negara-negara mitra.

Transfer dana ini, kata Retno, memiliki prioritas pembelian peralatan sanitasi dan kebutuhan lain yang dibutuhkan oleh negara-negara ASEAN untuk mengatasi penyebaran Covid-19 di wilayah tersebut.

Meskipun demikian, Retno tidak menjelaskan jumlah pasti dari anggaran yang dialokasikan untuk dana darurat.

Selain masalah anggaran, Retno juga mengklaim bahwa ASEAN telah sepakat untuk menetapkan protokol untuk prosedur pemantauan dan investigasi bersama dengan penyebaran epidemi mahkota.

Protokol bersama ini, kata Retno, penting untuk dilatih untuk menghentikan penyebaran virus korona melintasi batas wilayah.

Retno mengatakan pembentukan protokol bersama adalah ide Indonesia untuk menanggapi perkembangan kasus mahkota yang terus berkembang di Asia Tenggara.

Berdasarkan data yang disajikan oleh Vietnam sebagai presiden ASEAN tahun ini, jumlah total kasus korona di semua negara anggota mencapai 19.997 pasien dengan 884 kematian pada Selasa (14/4/2020).

Malaysia memiliki kasus mahkota tertinggi di Asia Tenggara, mencapai 4.817 pasien dengan 77 kematian.

Meski begitu, Indonesia telah menjadi negara dengan tingkat kematian mahkota tertinggi di ASEAN, mencapai 399 hari ini dengan total 4.557 kasus per hari hari ini.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed