oleh

Alkohol Justru Berefek Buruk Untuk Kualitas Tidur

-Lifestyle-20 views

Kompaspagi.com – Alkohol adalah zat adiktif yang diyakini membuat tubuh kita rileks, mengantuk dan mudah tertidur. Karena itu, banyak orang mengandalkan konsumsi minuman beralkohol untuk menyembuhkan kesulitan tidur. Meskipun dapat membantu kita tertidur, fakta bahwa minuman beralkohol justru akan memberikan kualitas tidur yang lebih buruk di malam hari.

“Ketika kita mengambil sesuatu yang diciptakan untuk memicu tidur atau memperpanjang tidur seperti alkohol, alkohol tidak akan memulihkan otak dan tubuh.” Demikian kata Keith Heinzerling, MD, seorang spesialis penyakit dalam dan kecanduan narkoba di St. John dari Providence Health Center. “Ini bukan jenis tidur yang sama seolah-olah kita tertidur secara alami tanpa bantuan obat penenang.” Sekitar 30 persen pengidap insomnia melaporkan mengonsumsi alkohol untuk membantu mereka tidur. Namun, ini bukan pengobatan yang efektif. Inilah cara alkohol memengaruhi kualitas tidur kita secara negatif.

Alkohol dapat mengganggu ritme sirkadian tubuh, yang membantu kita tertidur di malam hari. Ritme sirkadian diatur oleh waktu internal tubuh kita. Sel-sel saraf di otak ini mengoordinasikan fungsi fisiologis harian dan mempersiapkan tubuh kita untuk tidur malam hari. Salah satu cara utama alkohol mengganggu ritme ini adalah dengan menekan produksi melatonin, hormon yang juga diproduksi oleh sel-sel saraf ini yang mendorong tidur. Sebuah studi 2007 yang diterbitkan di Chronobiology International menemukan bahwa jumlah alkohol yang dikonsumsi satu jam sebelum tidur mengurangi produksi melatonin. Partisipan dalam penelitian ini mengkonsumsi vodka sekitar 1,1 gram per kilogram berat badan mereka dan dua setengah jam kemudian, kadar melatonin mereka berkurang 19% dibandingkan dengan mereka yang tidak minum minuman beralkohol.

Penemuan 27 studi penelitian 2013 yang diterbitkan dalam jurnal Alcoholism: Clinical and Experimental Research menemukan bahwa alkohol mengurangi jumlah keseluruhan tidur . Gerakan mata cepat adalah fase tidur yang merangsang bagian otak untuk membantu mengkonsolidasikan dan mempelajari memori. Tidur yang buruk dapat berkontribusi pada masalah kesehatan, seperti depresi dan kecemasan, dan meningkatkan risiko demensia. Biasanya, siklus pertama terjadi sekitar 90 menit setelah kita tertidur, tetapi setelah mengonsumsi alkohol, siklus tidur terganggu. Menurut hasil 2013, semakin banyak kita mengonsumsi alkohol sebelum tidur, semakin sedikit tidur yang kita dapatkan. Juga, kita lebih cenderung bangun dan kurang tidur di malam hari.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed