oleh

Ahli Renang Rekomendasi Kolam Renang Saat Pandemi

Kompaspagi.com – Sekretaris jendral Akademi Ilmuwan Muda Indonesia, Berry Juliandi, membenarkan bahwa klorin dan bromin adalah dua bahan kimia yang dapat menonaktifkan virus korona dalam air. Kedua bahan kimia ini direkomendasikan untuk manajer yang ingin mulai membuka fasilitas kolam renang umum.

Berry, yang juga seorang akademisi di Institut Pertanian Bogor, menjelaskan bahwa kandungan kimia klorin dan bromin sebenarnya dapat menghancurkan mikroorganisme.

“Klorin dan bromin adalah bahan kimia yang dapat mendegradasi – salah satunya – protein, lipid. Jadi jika ada di dalam air, maka ada virus, maka ia akan dapat menguraikan virus. Setiap virus. Bahkan misalnya. ada bakteri atau mikroba lain”.

“Ini benar-benar bahan kimia yang sangat kuat. Jadi itu bisa benar-benar merusak. Secara konseptual dan ilmiah pernyataan itu benar, pernyataan bahwa tidak ada masalah virus ketika di kolam, itu bukan masalah,” lanjutnya.

Sebelumnya, pemerintah mulai membuka kolam renang dengan syarat harus mematuhi protokol kesehatan dan membatasi jumlah pengunjung.

Seorang anggota Tim Komunikasi Publik untuk Satuan Tugas Akselerasi Penanganan Covid-19, Reisa Broto Asmoro, mengatakan bahwa kontraktor atau fasilitas harus memastikan bahwa air kolam renang menggunakan 1-10 ppm atau 3-8 desinfektan klorin ppm bromin sehingga pH air mencapai 7,2-8.

Para ahli menjelaskan bahwa klorin dan bromin di kolam renang akan dapat menonaktifkan virus. Virologi Sekolah Kesehatan Masyarakat Mallman Universitas Columbia Angela Rasmussen mengatakan bahwa risiko penularan dalam air sangat rendah.

“Secara teoritis akan ada infeksi virus korona di kolam, tetapi sangat kecil, hampir mendekati nol,” kata Angela Rasmussen.

Para ahli sebenarnya khawatir tentang risiko penularan bukan ketika Anda berada di kolam, tetapi ketika Anda keluar dari air atau di area kolam. Hal senada diungkapkan oleh ilmuwan Indonesia Berry Juliandi.

“Apa yang dilupakan – dan inilah yang orang sering tidak memperhatikan – tidak hanya ketika mereka berenang, tetapi ketika mereka berenang kadang-kadang kepala mereka sering muncul di permukaan. Kemudian, ketika di kolam renang, dekat itu orang masih jika ada “mereka yang mendapatkan virus maka tetesan atau virus mereka masih bisa menular,” jelas Berry.

Meskipun telah dikonfirmasi bahwa virus tidak aktif ketika air kolam renang menggunakan klorin dan bromin, masih ada risiko penularan ketika aktivitas di ruang publik melibatkan banyak orang.

Karena itu, Akademi Ilmuwan Muda Indonesia juga merekomendasikan agar kolam publik tidak boleh dibuka untuk sementara waktu, karena tingginya risiko penularan virus korona. Selain itu, Berry mengatakan bahwa berenang bukanlah kebutuhan utama masyarakat.

“Kami tidak benar-benar berpikir ada urgensi untuk membuka kolam renang untuk umum. Kecuali untuk kolam renang, misalnya di keluarga atau di rumah,” katanya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed