oleh

96 Kasus Hoaks Corona, Iseng sampai Tak Puas pada Pemerintah

Kompaspagi.com – Kepolisian di seluruh Indonesia hingga Selasa (21/4) ini sudah menangani setidaknya 96 kasus penyebaran berita bohong atau hoaks terkait penyebaran virus corona (Covid-19) di Indonesia. Jumlah penanganan kasus hoaks tersebut kian hari terus bertambah.

“Sejauh ini, Unit Investigasi Kriminal Kepolisian Nasional telah bekerja dengan pangkat yang telah menangani 96 kasus lelucon,” kata kepala Biro Informasi Publik (Karopenmas) di Mabes Polri, Brigjen.

Argo juga mengatakan bahwa Departemen Kepolisian Jakarta dan Departemen Kepolisian Daerah Jawa Timur saat ini menangani 12 kasus berita palsu.

Kemudian Kepolisian Riau menangani 9 kasus, Kepolisian Daerah Jawa Barat dan 6 penyelidikan polisi. Sementara itu, 51 kasus lainnya telah ditangani oleh petugas kepolisian daerah di daerah lain di Indonesia.

Menurut Argo, para tersangka menyebarkan lelucon karena berbagai alasan. Mulai dari kesenangan, bercanda hingga ketidakpuasan dengan kebijakan pemerintah, terutama ketika berhadapan dengan Covid-19.

“Motif para pelaku itu menyenangkan, bercanda dan tidak puas dengan pemerintah,” lanjutnya.

Polisi melibatkan beberapa dari mereka dalam Pasal 45 dan 45a Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman hukuman penjara enam tahun dan denda Rp 1 miliar.

Kemudian penyidik ​​juga menggunakan Pasal 14 dan 15 UU No. 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana, yang mengancam hukuman 10 tahun terhadap beberapa tersangka.

Sementara yang lain dikenakan polisi pasal 16 UU 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Rasial dan Etnis, dengan hukuman lima tahun.

Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) sebelumnya mencatat 1.202 Covid-19 hoaks dari 23 Januari hingga 17 April 2020, yang didistribusikan di Facebook, Instagram, Twitter, dan YouTube. Dari 1.202 Hoak, 890 diblokir oleh empat platform media sosial. .

Jumlah tipuan telah meningkat sekitar 42 kasus dibandingkan dengan laporan terbaru oleh Kementerian Komunikasi dan Informasi pada 13 April dengan total 1.160 hoaks.

Menteri Komunikasi dan Informasi, Johnny G. Plate, mengatakan partainya telah meminta empat platform untuk memblokir dengan cepat.

“Departemen Komunikasi dan Informasi menyerukan platform digital untuk mempercepat proses pemblokiran dan mereka melakukan apa yang berkembang dari waktu ke waktu,” kata Johnny, ketika ia menghubungi CNNIndonesia.com, Jumat (17/4). adalah.

Johnny juga menyebutkan bahwa berdasarkan data yang tersedia, Facebook menjadi platform media sosial dengan jumlah terbanyak, 837 kasus, diikuti oleh Twitter dengan 349 kasus.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed