oleh

10 Minyak Esensial untuk Bantu Jaga Daya Tahan Tubuh

Kompaspagi.com – Obat-obatan herbal semakin mendapatkan banyak perhatian. Apalagi jika menyoal perkara daya tahan tubuh. Beberapa minyak esensial bahkan diketahui dapat membantu meningkatkan fungsi sistem imun.

Pada dasarnya, seluruh tanaman memiliki sifat imunistimulator. Tanaman punya kemampuan untuk meningkatkan kerja sistem imun sehingga memaksimalkan respons pertahanan tubuh dalam melawan virus, bakteri, dan mikroba lain yang mengancam tubuh.

Minyak esensial atau atsiri merupakan minyak yang berasal dari ekstrak tanaman yang mudah menguap sehingga memberikan aroma yang khas. Aromaterapi menjadi konsep pengobatan komplementer yang menggunakan minyak esensial untuk mengobati atau mencegah penyakit tertentu melalui berbagai cara, mulai secara topikal, pijat, dihirup, atau dijadikan campuran air mandi.

Sebuah ulasan berjudul “Much More Than a Pleasant Sent: A Review on Essential Oils Supporting the Immune System” yang dipublikasikan dalam jurnal Molecules menyebutkan bahwa sifat antimikroba, antiinflamasi, antioksidan, antidepresan, dan analgesik yang dimiliki minyak esensial telah banyak dipelajari. Ada potensi bagi minyak esensial untuk membantu meningkatkan fungsi sistem kekebalan tubuh.

Dalam studi terhadap manusia, aroma kelompok sitrus disebut dapat membantu memperbaiki sistem kekebalan tubuh yang terganggu akibat kondisi depresi.

Kenali beberapa minyak esensial oil lain yang dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh seperti dikutip dari situs Calm With Yoga.

1. Eucalyptus
Minyak esensial ini telah terbukti merangsang aktivitas sel-sel kekebalan tubuh tertentu. Sebuah studi yang diterbitkan dalam BMC Immunology menemukan bahwa eucalyptus dapat meningkatkan jumlah sel makrofag dan kemampuan sel untuk menghancurkan patogen dan melawan infeksi.

Saat dihirup, komponen aktif utama dalam eucalyptus dapat membantu mengatasi masalah peradangan pada sistem pernapasan seperti bronkitis, asma, dan penyakit paru obstruktif kronis.

2. Jahe
Minyak esensial jahe membantu sistem kekebalan tubuh yang terganggu dengan meningkatkan respons kekebalan antibodi.

Sebuah studi pada pasien kanker kolorektal menemukan, penggunaan aroma terapi pijat dengan minyak esensial jahe dapat meningkatkan jumlah sel darah putih hingga 11 persen. Sel darah putih sendiri diketahui berperan penting dalam sistem kekebalan tubuh.

Jahe sendiri diketahui memiliki sifat antiseptik, antiinflamasi, dan antibakteri yang membuatnya ampuh dalam memerangi berbagai infeksi, terutama infeksi saluran pernapasan.

3. Lemon
Minyak esensial lemon-yang termasuk ke dalam keluarga sitrus-disebut efektif untuk merangsang sistem limfatik yang penting dalam sistem kekebalan tubuh.

Lemon juga diketahui memiliki sifat antibakteri, antijamur, dan antimikroba yang kuat. Penelitian menunjukkan bahwa lemon dapat membunuh berbagai jenis jamur dan melindungi tubuh manusia dari bakteri berbahaya seperti E.coli dan Salmonella.

Salah satu senyawa terapeutik utama dalam minyak esensial lemon adalah d-limonene juga telah terbukti sebagai agen antioksidan dan antiinflamasi yang kuat

4. Herba timi
Thyme atau herba timi telah digunakan selama ribuan tahun karena sifat obatnya yang kuat. Para ilmuwan menemukan bahwa herba timi kuat dalam melawan bakteri yang resisten antibiotik.

Sebuah studi menemukan, minyak esensial timi dapat meningkatkan konsentrasi antibodi dan merangsang kemampuan sel-sel kekebalan tubuh untuk menghancurkan patogen.

5. Frankincense (Kemenyan)
Frankincense atau kemenyan dianggap sebanyak minyak kuno yang erat dengan tradisi-tradisi leluhur di sejumlah daerah. Namun, penelitian laboratorium menemukan bahwa minyak esensial ini membantu sistem kekebalan tubuh menghancurkan patogen seperti bakteri, virus, dan jamur.

Minyak esensial frankincense diketahui dapat merangsang sistem kekebalan dengan memperkuat aktivitas sel kekebalan tubuh seperti sel darah putih.

Berkat sifat antiinflamasinya, minyak frankincense juga memberikan hasil positif untuk mengatasi masalah peradangan pada tubuh.

6. Rosemary
Dengan sifat antimikroba yang dimiliki, rosemary dapat membantu sistem kekebalan tubuh melawan patogen.

Sebuah penelitian menemukan, bahan aktif dalam minyak rosemary efektif melawan bakteri dan jamur berbahaya yang resisten terhadap obat seperti E. coli dan jamur Candida.

7. Cengkeh
Sama seperti rosemary, cengkeh merupakan pembunuh jamur, virus, dan bakteri yang andal.

Selain itu, minyak cengkeh juga telah terbukti meningkatkan jumlah leukosit total dan memulihkan kekebalan antibodi dalam sebuah studi pada tikus.

Penelitian yang dipublikasikan dalam BMC Complementary & Alternative Medicine menemukan, campuran minyak esensial yang mengandung cengkeh dapat melindungi tubuh dari serangan virus influenza.

8. Oregano
Berbagai penelitian menemukan bahwa senyawa aktif dalam oregano menjadikan minyak tersebut sebagai salah satu antibiotik alami paling kuat. Sejumlah studi ini mengkonfirmasi kemampuan minyak oregano dalam mempercepat proses penyembuhan pada pasien infeksi bakteri, termasuk yang resisten antibiotik.

9. Tea tree
Minyak tea tree telah digunakan secara medis oleh kaum Aborigin selama ribuan tahun. Sifat antiseptik yang dimiliki membuat minyak tea tree efektif untuk mengobati luka dan mempercepat penyembuhan.

Sebagai antivirus, konsentrasi rendah minyak tea tree juga telah terbukti menghambat sejumlah virus, termasuk virus influenza.

Tak hanya itu, tea tree juga diketahui memiliki sifat antibakteri dan antijamur yang dapat memerangi berbagai penyakit lainnya.

10. Pepermint
Peppermint memiliki sifat antimikroba, antivirus, dan antioksidan yang kuat. Minyak esensial peppermint telah ditemukan dapat menjaga sistem kekebalan tubuh pada hewan.

Selain itu, bahan aktif dalam peppermint seperti mentol dan menthone dapat menenangkan sistem pernapasan dan meredakan hidung tersumbat.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed